Pencarian jati diri sering kali dikaitkan dengan proses yang dialami oleh para remaja yang sedang dalam tahap peralihan dari masa kanak-kanak menjelang kedewasaan. Proses ini ditandai dengan perubahan perilaku dan cara mengekspresikan diri. Sesungguhnya, pencarian jati diri harus dilalui oleh setiap orang berkenaan dengan upaya aktualisasi dan penyelarasan dirinya.
Proses untuk menemukan diri sejati kita tidak jarang menjadi sebuah petualangan jiwa yang begitu menantang. Banyaknya peran yang harus kita peragakan dalam kehidupan ini, kadang-kadang menyulitkan kita untuk menemukan jati diri kita yang sebenarnya. Peran yang kita tampilkan secara dominan tidak semata-mata merupakan refleksi dari diri sejati kita. Untuk mengenalinya diperlukan kacamata pembeda antara keduanya.
Jiwa kita yang seutuhnya adalah pribadi terdalam kita, yaitu 'roh' yang menggerakkan seluruh kehidupan batiniah kita. Di dalamnya tertanam seluruh bakat, potensi, kegemaran, hasrat, niat hati, keyakinan, nilai-nilai anutan, serta kecenderungan alami diri kita. Untuk menemukan jiwa utuh kita, diperlukan upaya yang mendalam dan serius. Berikut ini adalah 5 ulasan yang bermanfaat bagi Anda dalam upaya untuk menemukan diri Anda yang sebenarnya:
1. Pentingnya pengenalan diri
Pengenalan akan jiwa Anda yang seutuhnya adalah kunci bagi penemuan makna sejati kehidupan Anda. Penemuan diri Anda yang sebenarnya akan membawa Anda pada kehidupan yang mendatangkan kepuasan dan kegembiraan, karena di sana Anda akan menikmati kehidupan yang benar-benar sesuai dengan kecenderungan alami Anda. Selain itu, jati diri adalah kekuatan personalitas yang berpengaruh besar terhadap cara bertindak serta penentuan arah kehidupan Anda. Baik atau buruknya tindakan Anda turut dipengaruhi oleh gambaran yang Anda miliki tentang diri Anda sendiri. Cari dan temukanlah diri sejati Anda.
2. Jadilah diri Anda sendiri
Setelah Anda menemukan diri Anda yang sebenarnya, belajarlah untuk hidup sejalan dengannya. Tanyakan kepada diri Anda:
"Apakah pribadi yang saya tampilkan selama ini adalah diri saya sendiri atau pribadi lain yang saya ingin tiru?"
"Apakah hal-hal yang saya lakukan benar-benar saya sukai dan mendatangkan sukacita bagi jiwa saya, atau saya hanya sekadar berupaya memenuhi tuntutan egoisme dan keangkuhan pribadi saya?"
"Apakah saya mengikuti kata hati saya, atau justru saya lebih sering mendustai diri sendiri?
Banyak konflik batin serta frustrasi yang timbul sebagai akibat dari cara hidup yang tidak sejalan dengan sifat sejati dan identitas alami jiwa kita. Cara hidup yang demikian juga akan menghalangi Anda untuk mengaktualisasikan potensi yang terdapat dalam diri Anda. Jadilah diri Anda sendiri.
3. Perbaiki konsep Anda tentang jati diri
Tidak ada yang lebih baik daripada kebenaran, dan ini berlaku pada cara pandang Anda terhadap diri Anda sendiri. Namun peradaban kita secara terus-menerus akan menuntut Anda untuk menjadi 'sesuatu' ketimbang menjadi 'seseorang'. Sejak kecil Anda sudah disuguhi pertanyaan tentang akan menjadi 'apa' Anda kelak, sementara faktanya ialah, bahwa 'siapa' Anda sebenarnya adalah penentu bagi kegemilangan peran yang hendak Anda aktualisasikan dalam kehidupan Anda.
Bila Anda tidak menyadarinya, lambat laun identitas diri sejati Anda akan semakin tersembunyi di balik berbagai kamuflase yang terjadi oleh tuntutan peran yang harus Anda tampilkan di panggung kehidupan. Dan yang lebih buruknya lagi ialah, apabila kamuflase-kamuflase semacam itu akhirnya berhasil membentuk pola perilaku dan tabiat Anda. Oleh karena itu, lihatlah diri Anda lebih dalam, apakah gambaran diri Anda sesungguhnya adalah bentukan dari 'DNA' sejati jiwa Anda. Jangan tertipu oleh gambaran luar yang mungkin telah terbentuk oleh berbagai peran kehidupan yang Anda lakonkan.
4. Keselarasan pribadi
Anda adalah pribadi tersendiri dengan berbagai ciri khas dan keunikan yang tidak dimiliki orang lain. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali berbagai hal yang melekat secara alami pada kepribadian Anda. Kenalilah kelebihan-kelebihan Anda dan gunakan cermin kejujuran dalam menilai kelemahan-kelemahan Anda. Dalam banyak hal, kelemahan-kelemahan tersebut dapat diatasi dengan cara belajar serta upaya yang konsisten untuk memperbaiki diri. Milikilah keteguhan hati dan selaraskanlah diri Anda dengan jiwa terdalam Anda. Pastikan bahwa hal-hal yang Anda upayakan sejalan dengan nilai-nilai yang Anda yakini benar dan yang Anda pegang teguh sebagai panduan moral Anda. Arahkanlah kehidupan Anda pada tujuan-tujuan yang mulia dan bermakna, serta sungguh-sungguh membahagiakan Anda.
5. Sisi Ilahi jiwa Anda
Selain keempat hal yang disebutkan di atas, perlu diingat pula bahwa Anda adalah pribadi yang utuh. Anda adalah makhluk ciptaan Ilahi yang disayangi oleh-Nya. Dalam diri Anda terdapat pengaruh keilahian yang begitu besar, yang mungkin tidak Anda sadari sepenuhnya. Kuasa kebaikan yang terdapat dalam diri Anda adalah bukti dari pengaruh tersebut. Memang harus diakui bahwa karena Anda hidup di dunia, Anda terlihat seperti sebuah perpaduan atau seolah-olah sedang terperangkap di tengah-tengah medan tarik-menarik antara dua pengaruh, yaitu kebaikan dan kejahatan.
Meskipun demikian, Anda telah dianugerahi kemampuan berupa hati nurani untuk mengenali perbedaan antara keduanya. Oleh karena itu, saat Anda mengalami pergolakan batin yang muncul karena peperangan antara kedua pengaruh ini, sadarilah dan ikuti bisikan-bisikan lembut dari hati kecil Anda; dengar dan ikutilah bisikan halus hati Anda yang selalu mengingatkan, dan menuntun Anda pada kebaikan. Jangan menyerah!
Anda adalah pribadi yang hebat dengan berbagai kualitas dan keunggulan. Luangkanlah waktu untuk mengenalinya, majulah dan nikmati kehidupan Anda yang sesuai dengan kehendak jiwa sejati Anda.
Rabu, 18 Maret 2015
Cinderella Tanpa Sepatu Kaca
Selasa, 17 Maret 2015
DOPHAMINE
Pemicu emosi biasanya berasal dari pikiran, baik itu pikiran negatif yang muncul dari intepretasi input-input atau stimulasi dari lingkungan eksternal maupun pola-pola pemikiran internal yang tidak disadari.
Misalnya, seseorang bisa marah atau merasa ketakutan karena merespon ancaman dari orang lain. Contoh lainnya adalah pikiran negatif yang muncul secara otomatis berdasarkan tipe kepribadian atau akibat trauma.
CBT dikembangkan dari terapi perilaku yang dipopulerkan oleh Aaron Beck dan Albert Ellis. Premis utamanya bertujuan untuk merubah pikiran yang error menjadi lebih rasional dan efektif untuk mengurangi tekanan emosional.
Teknik dan metode dalam CBT menggunakan pikiran rasional yang bijaksana untuk mendebat pikiran negatif yang irasional dan mempersuasi diri agar lebih positif. CBT juga melatih pikiran kita dalam memandang setiap peristiwa atau kejadian dengan interpretasi atau perspektif yang lebih netral, objektif, dan positif.
Kita bisa berdebat di dalam pikiran sendiri supaya lebih bijak serta optimis dan membujuk emosi diri agar lebih positif serta konstruktif.
Contohnya, kita dapat menentang pikiran negatif kita sendiri dengan memberikan argumen yang lebih logis dan tidak berlebihan. Oleh karena, biasanya pikiran yang negatif yang berlebihan cenderung memancing emosi seperti kekecewaan yang dibesar-besarkan (“sayaSELALU gagal”, “dia TIDAK PERNAH peduli”, dan seterusnya).
Pikiran negatif seringkali berlebihan, dibesar-besarkan, bahkan bisa juga terlalu mengecilkan, memilih dengan prasangka tertentu atau tidak melihat secara utuh/keseluruhan, menggeneralisir, melihat yang buruk-buruk saja, dan sebagainya. CBT melatih pikiran agar lebih logis untuk membantah pikiran negatif yang bias tersebut.
Aplikasi CBT ini selanjutnya akan lebih baik dipelajari dengan berkonsultasi pada psikolog yang kompeten yang sudah terlatih. Wawasan yang berikutnya adalah psikoterapi turunan dari CBT yang juga telah sukses teruji dan terbukti sukses dalam pengendalian emosi: ACT (dibaca: act atau aksi).
Mengubah Kata Merajut Bahagia
Riset terbaru menggunakan scanner fMRI di otak menunjukkan bahwa penampakkan kata-kata negatif seperti kata ‘tidak’ misalnya, membuat diri memproduksi hormon dan neurotransmittersyang bisa memicu stres, mengacaukan beragam fungsi komunikasi, bahkan bisa merusak akal sehat.
Pemikiran yang menggunakan kalimat-kalimat negatif biasanya membawa kekhawatiran atau penyesalan. Dan jika berlama-lama dipikirkan akan semakin membesar dan membelit diri dengan emosi yang negatif.
Dalam istilah psikologi dikenal namanya ‘pembajakan amygdala’ yaitu kondisi dimana kita tidak bisa berpikir panjang menggunakan prefrontal korteks karena otak kita dibajak olehamygdala yang emosional untuk segera bertindak secara refleks tanpa berpikir.
Reaksi alamiah ini berguna jika kita menghadapi situasi yang mengancam keselamatan jiwa. Tapi di masa kini, seringkali masalah sehari-hari yang mendesak kita bisa memicu respons dariamygdala untuk menekan pikiran yang rasional dan kreatif dalam mencari solusi. Inovasi menjadi mandek dan kita terpuruk dalam kebiasaan yang buruk.
Amigdala ini juga yang membuat kita sulit untuk berubah, keluar dari zona nyaman. Pikiran yang terbajak oleh amygdala ini menjadi negatif, seperti merasakan amarah, rasa takut atau malas berubah.
Pikiran yang negatif ini yang menyebabkan emosi yang negatif akan memotivasi perbuatan yang negatif pula. Dampaknya bisa negatif juga kepada hubungan kita, kesehatan, pekerjaan atau bisnis, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
Kita mesti melawan pikiran negatif dengan kata-kata dan perenungan yang positif. Bahkan, kalau perlu mengeroyoknya. Satu pikiran buruk harus dilawan dengan minimal lima kenangan manis yang pernah terjadi atau harapan indah yang mungkin terjadi dan mengulang-ulang kata-kata yang positif seperti cinta serta ‘terima kasih’.
Penelitian oleh Fredickson, Losada, dan Gottman menunjukkan bahwa lima pikiran positif yang dibuat untuk menghadapi setiap satu pikiran yang negatif akan mengoptimalkan kompetensi, kinerja, dan kebahagiaan. Ini disebabkan oleh optimisme yang mendorong kepuasan dalam hidup kita.
Menerima Pikiran Negatif, Bertindak Positif
ACT dikembangkan oleh Steven C. Hayes dengan filosofi bahwa pikiran dan perasaan tidak perlu dilawan atau ditindaklanjuti dengan segera, tapi cukup diamati dan diterima. Emosi negatif adalah sesuatu yang wajar untuk didapati dan senormal emosi yang positif.
Menurut ACT, pikiran-pikiran yang muncul tidak perlu langsung ditanggapi atau dievaluasi secara berlebihan. Tidak usah juga dihindari atau dipendam. Amarah yang terpendam bisa meledak suatu saat atau malah menjadi penyakit batin maupun fisik yang menggerogoti diri dari dalam.
Rasa marah juga tidak perlu diekspresikan secara agresif tapi boleh dinyatakan dengan asertif. Biasanya seseorang marah karena merasa diperlakukan tidak adil atau harapannya dikecewakan dengan tindakan orang lain. Pelajari dengan seksama, jadilah asertif jangan agresif, dan ambil hikmahnya.
Amarah yang diluapkan akan semakin menjadi-jadi dan pelampiasannya bisa menjadi sesuatu yang akan disesali nantinya. Kita harus bisa mentransformasi amarah menjadi sumber motivasi untuk bertindak dengan lebih baik lagi.
Jika kita merasa marah atau tersinggung dengan orang lain, kita bisa menyatakan protes keberatan kita dan berharap perbaikan perilaku dari pihak tertentu, tapi kita jangan menyerang pribadi secara membabi-buta. Tegas untuk menolak perlakuan yang membuat kita marah tapi tidak mendendam atau melakukan tindak kekerasan.
Rahasia Hulk
Dalam film The Avengers, salah satu pahlawan super yang biasanya beraksi tanpa kontrol diceritakan sudah bisa mengendalikan kekuatan dan mengontrol transformasinya menjadi Hulk. Ketika ditanya rahasianya adalah: dia selalu marah.
Artinya adalah, kita bisa saja merasakan amarah tapi kita tidak perlu bertindak secara otomatis berdasarkan emosi dengan membabi-buta. Hulkbisa saja selalu merasa marah, tapi dia bisa mengendalikan tindakannya.
ACT berarti menerima reaksi, emosi, dan segala pemikiran dengan tetap berpijak di masa kini (tidak larut dalam ingatan masa lalu atau kekhawatiran di masa depan yang belum terjadi) lalu bertindak dengan mengikuti arahan prinsip-prinsip yang lebih bernilai.
Arahan-Arahan Utama ACT
Jika kita memikirkan sesuatu yang membuat stres atau menimbulkan emosi negatif, kita bisa menguraikan pikiran itu dengan beberapa teknik seperti desentisasi, defusi, dan mengubah sub-modalitas dari visualisasi pemikiran tersebut.
Sebagai contoh, kita bisa memanfaatkan beberapa trik psikologis dari NLP seperti menjadikan visualisasi pemikiran yang negatif mirip film hitam putih, bayangan buruk menjadi foto-foto kuno, orang yang mengesalkan dibuat bersuara seperti tokoh kartun (membayangkan atasan yang sedang membuat kita kesal bermuka atau bersuara seperti donal bebek misalnya), dan sebagainya.
Desentisasi berarti mengulang-ulang pemaparan gambaran atau kejadian yang memicu emosi negatif sampai kita merasa kebas atau mati rasa dan tidak terpancing lagi emosinya. Bayangan yang membuat marah, kenangan yang buruk, imajinasi yang mencemaskan, dan sebagainya bisa dikurangi intensitasnya dengan beragam metode seperti defusi yang bisa dipelajari lebih lanjut di dalam ilmu ACT.
Emosi atau perasaan negatif memang sebaiknya diterima agar bisa datang dan pergi tanpa perlu dilawan. Emosi ada untuk dirasakan karena fungsinya sebagai input informasi dan deteksi situasi. Emosi yang ditindaklanjuti secara cerdas bisa bermanfaat sebagai penguat motivasi serta pencegahan dini kepada hal-hal yang bisa menyakiti.
Misalnya rasa marah jangan ditekan tapi juga jangan diekspresikan sehingga bisa membesar dan membahayakan diri serta orang lain. Amarahnya bisa diobservasi tanpa lupa diri untuk dicari maknanya, ditindaklanjuti dengan bijak, dan lalu memaafkan semuanya.
Amarah hanya perlu dirasakan, disadari, dan direlakan. Berikan maaf secara langsung kalau mampu. Kalau sulit, silahkan tuliskan semua hal yang menjadi sumber amarah, caci maki orang yang dibenci dalam sebuah surat, buat jurnal emosi, lalu bakar dan relakan.
Perasaan apapun akan datang dan pergi, tidak ada yang abadi dirasakan terus-menerus selamanya jika kita bisa merelakannya.
Solusi Spiritual untuk Problema Psikologis
Tips selanjutnya adalah memanfaatkan iman dan keyakinan serta ajaran-ajaran agama. Kuatkan kepercayaan serta praktekkan ritual-ritual yang mengembangkan emosi positif seperti banyak-banyak bersyukur dan berdoa, bermeditasi atau berdizikir dalam agama Islam, memberi atau bersedekah dan menolong orang lain, berpuasa serta pergi ke tempat ibadah umum seperti masjid, wihara, pura, atau gereja sesuai keyakinan masing-masing.
Kuatkan kontak dengan kekinian, bernafas dalam-dalam dengan perlahan dan rasakan setiap sensasi diri dengan keterbukaan serta penerimaan. Menerima dan merasakan apapun yang ada saat ini.
Jangan terikat dengan pikiran mana pun di masa lalu, masa sekarang, dan yang di masa depan seperti penyesalan, amarah, dan kecemasan.
Kita bisa membebaskan diri dari keterikatan itu. Bahasa spiritualnya, melepaskan segala harapan atau keinginan untuk mengendalikan hal-hal yang diluar kendali kita dengan ikhlas dan pasrah.
Bersabar dan sadari inti diri melebihi batasan fisik, akses ruh dalam tubuh yang merupakan sumber kerohanian kita.
Langkah selanjutnya adalah menemukan nilai-nilai yang paling berarti dalam hidup kita dan bertindak dengan prinsip-prinsip sejati tersebut. Kita berkomitmen untuk berperilaku sesuai prinsip berdasarkan nilai yang abadi, bukan bertindak karena perasaan yang bersifat sementara. Misalnya dengan tetap berpegang teguh pada kejujuran, integritas, siap bertanggung jawab, adil, dan seterusnya.
Sebagai contoh, amarah hanya perlu dirasakan tapi tindakan kita tetap harus berdasarkan prinsip dan nilai yang menjadi komitmen kita. Pegangan atau tuntunan perilaku kita berasal dari prinsip dan nilai, bukan emosi sesaat sehingga kita tidak akan sesat. Inilah komitmen yang harus kita jaga selamanya.
Social Support atau Bantuan Sesama
Pengendalian emosi adalah sebuah keahlian, yang penguasaannya membutuhkan proses. Proses pembelajaran untuk mengelola pikiran dan perasaan membutuhkan waktu seumur hidup serta seringkali terasa berat.
Jika kita menemui kesulitan untuk berkomitmen dan bertanggung jawab dalam merubah diri menjadi lebih baik, maka kita bisa meminta bantuan orang lain untuk menguatkan motivasi kita dalam pengembangan diri ini.
Kita bisa mencari rekan yang sama-sama berminat untuk memperbaiki pribadi dengan saling mengingatkan dan mendukung. Kita bisa berpartisipasi atau membentuk kelompok yang berpikiran sama yakni ingin maju dalam hal mengatasi emosi.
Kita juga bisa mengumumkan komitmen kita untuk diminta pertanggungjawabannya kelak secara publik, berjanji di muka umum, secaraonline lewat twitter, facebook, blog, dll.
Hati-hati juga untuk menghindari orang-orang yang suka berpikiran dan berprasangka negatif, kita bisa ketularan negatif juga. Pengaruh sosial sangatlah kuat, kita harus selektif dalam berkelompok khususnya jika kita sedang merasakan mood yang tidak terlalu positif.
Tips Mendongkrak Kebahagiaan
Terakhir, secara singkat saya akan memberikan beberapa tips sederhana untuk meningkatkan kebahagiaan. Saya akan menjelaskan secara lebih terperinci dan mendalam di tulisan-tulisan dalam blog 100motivasi ini selanjutnya. Berikut beberapa tipsnya;
1. Tersenyum dimana saja dan kepada siapa saja, bahkan saat sedang sendirian. Terutama ketika sendiri dan sedang merasa bete. It works, berkat jalur saraf yang sudah terbentuk yang mengaitkan senyuman dengan kebahagiaan. Jadi, kita senyum biasanya karena bahagia tapi bisa juga kita berbahagia karena tersenyum.
2. Berolahraga. Dengan aktif bergerak otak kita akan menghasilkan hormon serotonin dan endorfin yang membuat kita senang. Carilah jenis olah raga yang disukai dan jangan berlebihan memforsir diri ketika berolah raga.
3. Cukup terpapar sinar matahari. Penjelasannya ada pada penemuan fungsi kebaikan vitamin D terbaru untuk otak dan jantung manusia. Jangan heran ada istilah: winter blues, depresi pada musim dingin yang disebabkan defisit vitamin D.
4. Peduli pada orang lain. Egoisme bisa menghalangi kita untuk berbuat baik bagi sesama dan semakin mengingatkan penderitaan yang dialami diri sendiri. Coba lihatlah kesusahan banyak orang yang nasibnya berada di bawah kita, jangan selalu melihat ke atas.
5. Dipijat. Sentuhan dan pelukan dengan orang yang dicinta (atau oleh tukang pijat juga tidak apa-apa :-) ) yang secara otomatis akan mengaktifkan produksi hormon dophamine, yang membuat hati menjadi gembira dan membuat hari menjadi fantastis!
Taipe, 17 Maret 2015
Sabtu, 14 Maret 2015
DINIKAHI ATAU ENGGAK, YA?
Cara pertama yang perlu Anda pelajari agar pria mudah jatuh hati pada Anda adalah menjadi wanita yang anggun yaitu bersikap tenang dan selalu tersenyum. Wanita anggun juga memiliki kepribadian yang mudah menawan/memikat orang, sehingga setiap pria yang melihatnya dapat dengan mudah jatuh hati atau menganguminya. Kebanyakan pria kurang suka dengan wanita yang terlalu agresif. Pria lebih suka wanita yang ceria, namun tetap memiliki sikap anggun.
2. Dewasa
Untuk menjadi wanita dewasa bukan berarti Anda menjadi wanita yang kaku dan tidak dapat ceria lagi. Wanita dewasa adalah wanita yang mampu mengambil keputusan yang bijaksana untuk hidupnya dan juga dapat menyesuaikan sikapnya pada moment-moment tertentu dan selalu bersikap tenang meskipun mengalami kondisi buruk sekalipun. Wanita dewasa mencerminkan kesiapannya untuk menjadi pendamping bagi seseorang.
3. Berprinsip kuat
Jangan menjadi wanita yang mudah termakan rayuan. Apalagi termakan rayuan pria ganteng. Ketika Anda masih lajang dan ingin segera mendapatkan pasangan, jangan mudah terburu-buru yakin dengan pilihan Anda. Pria sebenarnya lebih suka dengan wanita yang memiliki prinsip, ketika pria merayu Anda, dia sebenarnya hanya menguji Anda. Karena menurut pria, wanita yang siap menjadi istrinya adalah wanita yang memiliki prinsip yang kuat sedangkan wanita yang mudah termakan rayuan adalah wanita yang mudah untuk dipermainkan.
4. Mandiri
Jadilah wanita yang mandiri. Pria sangat suka wanita mandiri yang tidak tergantung orang lain, baik keluarga atau kerabatnya. Wanita mandiri adalah wanita yang bisa melakukan segalanya sendiri. Ketika dia mengalami masalah dia selalu berusaha untuk mengatasinya sendiri. Wanita mandiri dapat membantu si pria dan mau berusaha bersama-sama untuk mengarungi pernikahan dari nol. Tidak hanya itu, bagi pria, wanita mandiri juga jarang mengeluh dan dapat diajak susah senang bersama.
5. Tajamkan sisi keibuan
Ketika pria melihat sisi keibuan pada wanita, pria tersebut akan yakin bahwa wanita itu adalah calon ibu yang baik bagi dirinya dan anak-anaknya kelak. Wanita yang memiliki sisi keibuan adalah wanita yang senang dengan anak-anak, dapat mengurus dan dekat dengan anak-anak, cerdas mengurus rumah, selalu ingin berkorban untuk keluarga yang dicintainya.





