Rabu, 18 Maret 2015

Cinderella Tanpa Sepatu Kaca

Diposting oleh Rumah Kopi di 08.49 0 komentar


Selamat pagi, Laland. Sudah sarapan? :) Apa sih, yang kamu rasakan saat ini? Bagaiamana kondisi kesehatanmu?

Baiklah, aku juga akan cerita tentang apa yang saat ini aku rasakan. Untuk mewakilinya hanya butuh satu kata: LEMES. Ho oh itu doang! Lemes ini diaponsori oleh kurangnya jam istirahat. Secara tiap malem bergadang. Minimal jam 1.30 baru tidur. Dan siangnya nggak ada acara tidur siang. Lemes, gemeteran, mata semakin sipit. Liat bantal itu udah kek liat dadanya Mas pacal. Bawaannya pengen rebahan. Hahaha. ((abaikan))

Apa kamu pikir aku sedang mengeluh?

Aku hanya bercerita. Itu saja. Karena aku tahu bahwa definisi dari dewasa antara lain; bertanggung jawab atas apa yang sudah ditentukan sebagai pilihan dalam hidup.

Ya, kerja sambil kuliah ini berasal dari keinginanku. Aku yang memilih. Aku yang menjalani. Maka aku harus bertanggung jawab melanjutkannya entah bagaimana hasilnya kelak. 

Oh, iya! Ada pertanyaan di dunia ini yang nggak bisa dijawab oleh siapa pun kecuali si empunya pertanyaan itu sendiri. Sementara jawaban itu akan muncul seiring perjalanan hidupnya. Paham? 

Baiklah aku jelaskan. Dulu, aku nggak tahu apa tujuanku kuliah? Apa hanya sekadar ngejar gelar? Atau biar terlihat intelek? Atau buat ngedapetin pekerjaan yang sesuai dengan fakultas yang aku pilih? Atau bahkan, gelar S1 merupakan suatu hal yang harus tercantum sebagai calon menantu idaman? ((oh em ji))
Kalau ngurus anaknya mertua kagak butuh gelar! Tapi butuh kesabaran ngadepi sifatnya yang bikin gemes! ((pengen jambak2 kalau pas ngeselin gitu))

Lanjut!

Pertanyaan itu sekarang terjawab. Aku kuliah; melatih otakku untuk terus berpikir secara sistematis. Melatih kemampuan motorik syaraf. Mempelajari hal-hal yang tentu belum aku pahami sebelumnya. Terus berusaha memperbanyak lipatan-lipatan pada bagian otak itu sendiri. 

Pokoknya aku emoh disebut "GADIS UDANG" badanny dinikmati otaknya dibuang. ((kek duo srigala itu kan gadis cantik nggak punya otak secara dia jualan bola yang biasanya dikencangkan pake BH ketat, ini malah didrible kek balon berisi air. awas pecah :v ))

Well! Mungkin ada yang menyangkal bahwa belajar nggak harus di bangku sekolah! Itu benar. Tetapi untuk beberapa jenis manusia pemalas seperti aku harus 'dipaksa' masuk ke ruang lingkup yang mewajibkannya BELAJAR. Karena aku memang pemalas.

Manusia harus memahami siapa dirinya lebih dulu, supaya tahu apa yang harus dilakukan untuk kelangsungan hidupnya. 

Aku nggak mau berpura-pura menjadi cinderella karena aku toh nggak punya sepatu kaca. Adanya sepatu bola. :v
  • Pencarian jati diri sering kali dikaitkan dengan proses yang dialami oleh para remaja yang sedang dalam tahap peralihan dari masa kanak-kanak menjelang kedewasaan. Proses ini ditandai dengan perubahan perilaku dan cara mengekspresikan diri. Sesungguhnya, pencarian jati diri harus dilalui oleh setiap orang berkenaan dengan upaya aktualisasi dan penyelarasan dirinya.

    Proses untuk menemukan diri sejati kita tidak jarang menjadi sebuah petualangan jiwa yang begitu menantang. Banyaknya peran yang harus kita peragakan dalam kehidupan ini, kadang-kadang menyulitkan kita untuk menemukan jati diri kita yang sebenarnya. Peran yang kita tampilkan secara dominan tidak semata-mata merupakan refleksi dari diri sejati kita. Untuk mengenalinya diperlukan kacamata pembeda antara keduanya.

    Jiwa kita yang seutuhnya adalah pribadi terdalam kita, yaitu 'roh' yang menggerakkan seluruh kehidupan batiniah kita. Di dalamnya tertanam seluruh bakat, potensi, kegemaran, hasrat, niat hati, keyakinan, nilai-nilai anutan, serta kecenderungan alami diri kita. Untuk menemukan jiwa utuh kita, diperlukan upaya yang mendalam dan serius. Berikut ini adalah 5 ulasan yang bermanfaat bagi Anda dalam upaya untuk menemukan diri Anda yang sebenarnya:

  • 1. Pentingnya pengenalan diri

    Pengenalan akan jiwa Anda yang seutuhnya adalah kunci bagi penemuan makna sejati kehidupan Anda. Penemuan diri Anda yang sebenarnya akan membawa Anda pada kehidupan yang mendatangkan kepuasan dan kegembiraan, karena di sana Anda akan menikmati kehidupan yang benar-benar sesuai dengan kecenderungan alami Anda. Selain itu, jati diri adalah kekuatan personalitas yang berpengaruh besar terhadap cara bertindak serta penentuan arah kehidupan Anda. Baik atau buruknya tindakan Anda turut dipengaruhi oleh gambaran yang Anda miliki tentang diri Anda sendiri. Cari dan temukanlah diri sejati Anda.

  • 2. Jadilah diri Anda sendiri

    Setelah Anda menemukan diri Anda yang sebenarnya, belajarlah untuk hidup sejalan dengannya. Tanyakan kepada diri Anda:

    "Apakah pribadi yang saya tampilkan selama ini adalah diri saya sendiri atau pribadi lain yang saya ingin tiru?"

    "Apakah hal-hal yang saya lakukan benar-benar saya sukai dan mendatangkan sukacita bagi jiwa saya, atau saya hanya sekadar berupaya memenuhi tuntutan egoisme dan keangkuhan pribadi saya?"

    "Apakah saya mengikuti kata hati saya, atau justru saya lebih sering mendustai diri sendiri?

    Banyak konflik batin serta frustrasi yang timbul sebagai akibat dari cara hidup yang tidak sejalan dengan sifat sejati dan identitas alami jiwa kita. Cara hidup yang demikian juga akan menghalangi Anda untuk mengaktualisasikan potensi yang terdapat dalam diri Anda. Jadilah diri Anda sendiri.

  • 3. Perbaiki konsep Anda tentang jati diri

    Tidak ada yang lebih baik daripada kebenaran, dan ini berlaku pada cara pandang Anda terhadap diri Anda sendiri. Namun peradaban kita secara terus-menerus akan menuntut Anda untuk menjadi 'sesuatu' ketimbang menjadi 'seseorang'. Sejak kecil Anda sudah disuguhi pertanyaan tentang akan menjadi 'apa' Anda kelak, sementara faktanya ialah, bahwa 'siapa' Anda sebenarnya adalah penentu bagi kegemilangan peran yang hendak Anda aktualisasikan dalam kehidupan Anda.

    Bila Anda tidak menyadarinya, lambat laun identitas diri sejati Anda akan semakin tersembunyi di balik berbagai kamuflase yang terjadi oleh tuntutan peran yang harus Anda tampilkan di panggung kehidupan. Dan yang lebih buruknya lagi ialah, apabila kamuflase-kamuflase semacam itu akhirnya berhasil membentuk pola perilaku dan tabiat Anda. Oleh karena itu, lihatlah diri Anda lebih dalam, apakah gambaran diri Anda sesungguhnya adalah bentukan dari 'DNA' sejati jiwa Anda. Jangan tertipu oleh gambaran luar yang mungkin telah terbentuk oleh berbagai peran kehidupan yang Anda lakonkan.

  • 4. Keselarasan pribadi

    Anda adalah pribadi tersendiri dengan berbagai ciri khas dan keunikan yang tidak dimiliki orang lain. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali berbagai hal yang melekat secara alami pada kepribadian Anda. Kenalilah kelebihan-kelebihan Anda dan gunakan cermin kejujuran dalam menilai kelemahan-kelemahan Anda. Dalam banyak hal, kelemahan-kelemahan tersebut dapat diatasi dengan cara belajar serta upaya yang konsisten untuk memperbaiki diri. Milikilah keteguhan hati dan selaraskanlah diri Anda dengan jiwa terdalam Anda. Pastikan bahwa hal-hal yang Anda upayakan sejalan dengan nilai-nilai yang Anda yakini benar dan yang Anda pegang teguh sebagai panduan moral Anda. Arahkanlah kehidupan Anda pada tujuan-tujuan yang mulia dan bermakna, serta sungguh-sungguh membahagiakan Anda.

  • 5. Sisi Ilahi jiwa Anda

    Selain keempat hal yang disebutkan di atas, perlu diingat pula bahwa Anda adalah pribadi yang utuh. Anda adalah makhluk ciptaan Ilahi yang disayangi oleh-Nya. Dalam diri Anda terdapat pengaruh keilahian yang begitu besar, yang mungkin tidak Anda sadari sepenuhnya. Kuasa kebaikan yang terdapat dalam diri Anda adalah bukti dari pengaruh tersebut. Memang harus diakui bahwa karena Anda hidup di dunia, Anda terlihat seperti sebuah perpaduan atau seolah-olah sedang terperangkap di tengah-tengah medan tarik-menarik antara dua pengaruh, yaitu kebaikan dan kejahatan.

    Meskipun demikian, Anda telah dianugerahi kemampuan berupa hati nurani untuk mengenali perbedaan antara keduanya. Oleh karena itu, saat Anda mengalami pergolakan batin yang muncul karena peperangan antara kedua pengaruh ini, sadarilah dan ikuti bisikan-bisikan lembut dari hati kecil Anda; dengar dan ikutilah bisikan halus hati Anda yang selalu mengingatkan, dan menuntun Anda pada kebaikan. Jangan menyerah!

    Anda adalah pribadi yang hebat dengan berbagai kualitas dan keunggulan. Luangkanlah waktu untuk mengenalinya, majulah dan nikmati kehidupan Anda yang sesuai dengan kehendak jiwa sejati Anda.





Selasa, 17 Maret 2015

DOPHAMINE

Diposting oleh Rumah Kopi di 07.08 0 komentar


 

Selamat pagi, Lalaland! Semangat menyambut hari baru. Semestinya hari ini berjalan seperti biasa, namun jika kita mengubahnya menjadi istimewa di mana aku dan kamu menorehkan perjalanan seru yang dimulai dari pagi ini, kenapa tidak?

Ayolah, kita harus optimis ya, Lalaland! Kautahu, 'kan? Di dunia ini semua hal bisa terjadi, dan apa yang akan terjadi kita tak akan pernah mengetahui. Marilah kita hadapi. Pasti ada jalan keluar. Hari ini entah giliran siapa yang akan bahagia?

Akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang menghampiri. Memang sudah seharusnya sih! Tetapi untuk menjalani hidup yang dibutuhkan bukan hanya fisik yang sehat. Lebih dari itu, kesiapan hati merupakan hal paling penting.

Katakanlah manusia mampu menghadapi kesulitan, tapi jika dalam hati selalu mengeluh, merutuki kesengsaraanya, maka jauh dari yang namanya bahagia. Padahal ukuran bahagia itu bukan pada materi. Untuk aku pribadi, bahagia hanyalah jika hati bisa damai, tenang, penuh semangat, serta tidak memiliki musuh.

Musuh bukan selalu mengarah pada personalti, ya! Musuh yang paling menakutkan adalah perasaan sendiri yang senantiasa mengkhawatirkan banyak hal buruk yang bakalan menghampiri hidupnya.


Melawan Pikiran Negatif dengan Pikiran Logis

Pemicu emosi biasanya berasal dari pikiran, baik itu pikiran negatif yang muncul dari intepretasi input-input atau stimulasi dari lingkungan eksternal maupun pola-pola pemikiran internal yang tidak disadari.

Misalnya, seseorang bisa marah atau merasa ketakutan karena merespon ancaman dari orang lain. Contoh lainnya adalah pikiran negatif yang muncul secara otomatis berdasarkan tipe kepribadian atau akibat trauma.

CBT dikembangkan dari terapi perilaku yang dipopulerkan oleh Aaron Beck dan Albert Ellis. Premis utamanya bertujuan untuk merubah pikiran yang error menjadi lebih rasional dan efektif untuk mengurangi tekanan emosional.

Teknik dan metode dalam CBT menggunakan pikiran rasional yang bijaksana untuk mendebat pikiran negatif yang irasional dan mempersuasi diri agar lebih positif. CBT juga melatih pikiran kita dalam memandang setiap peristiwa atau kejadian dengan interpretasi atau perspektif yang lebih netral, objektif, dan positif.

Kita bisa berdebat di dalam pikiran sendiri supaya lebih bijak serta optimis dan membujuk emosi diri agar lebih positif serta konstruktif.

Contohnya, kita dapat menentang pikiran negatif kita sendiri dengan memberikan argumen yang lebih logis dan tidak berlebihan. Oleh karena, biasanya pikiran yang negatif yang berlebihan cenderung memancing emosi seperti kekecewaan yang dibesar-besarkan (“sayaSELALU gagal”, “dia TIDAK PERNAH peduli”, dan seterusnya).

Pikiran negatif seringkali berlebihan, dibesar-besarkan, bahkan bisa juga terlalu mengecilkan, memilih dengan prasangka tertentu atau tidak melihat secara utuh/keseluruhan, menggeneralisir, melihat yang buruk-buruk saja, dan sebagainya. CBT melatih pikiran agar lebih logis untuk membantah pikiran negatif yang bias tersebut.

Aplikasi CBT ini selanjutnya akan lebih baik dipelajari dengan berkonsultasi pada psikolog yang kompeten yang sudah terlatih. Wawasan yang berikutnya adalah psikoterapi turunan dari CBT yang juga telah sukses teruji dan terbukti sukses dalam pengendalian emosi: ACT (dibaca: act atau aksi).

Mengubah Kata Merajut Bahagia

Riset terbaru menggunakan scanner fMRI di otak menunjukkan bahwa penampakkan kata-kata negatif seperti kata ‘tidak’ misalnya, membuat diri memproduksi hormon dan neurotransmittersyang bisa memicu stres, mengacaukan beragam fungsi komunikasi, bahkan bisa merusak akal sehat.

Pemikiran yang menggunakan kalimat-kalimat negatif biasanya membawa kekhawatiran atau penyesalan. Dan jika berlama-lama dipikirkan akan semakin membesar dan membelit diri dengan emosi yang negatif.

Dalam istilah psikologi dikenal namanya ‘pembajakan amygdala’ yaitu kondisi dimana kita tidak bisa berpikir panjang menggunakan prefrontal korteks karena otak kita dibajak olehamygdala yang emosional untuk segera bertindak secara refleks tanpa berpikir.

Reaksi alamiah ini berguna jika kita menghadapi situasi yang mengancam keselamatan jiwa. Tapi di masa kini, seringkali masalah sehari-hari yang mendesak kita bisa memicu respons dariamygdala untuk menekan pikiran yang rasional dan kreatif dalam mencari solusi. Inovasi menjadi mandek dan kita terpuruk dalam kebiasaan yang buruk.

Amigdala ini juga yang membuat kita sulit untuk berubah, keluar dari zona nyaman. Pikiran yang terbajak oleh amygdala ini menjadi negatif, seperti merasakan amarah, rasa takut atau malas berubah.

Pikiran yang negatif ini yang menyebabkan emosi yang negatif akan memotivasi perbuatan yang negatif pula. Dampaknya bisa negatif juga kepada hubungan kita, kesehatan, pekerjaan atau bisnis, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Kita mesti melawan pikiran negatif dengan kata-kata dan perenungan yang positif. Bahkan, kalau perlu mengeroyoknya. Satu pikiran buruk harus dilawan dengan minimal lima kenangan manis yang pernah terjadi atau harapan indah yang mungkin terjadi dan mengulang-ulang kata-kata yang positif seperti cinta serta ‘terima kasih’.

Penelitian oleh Fredickson, Losada, dan Gottman menunjukkan bahwa lima pikiran positif yang dibuat untuk menghadapi setiap satu pikiran yang negatif akan mengoptimalkan kompetensi, kinerja, dan kebahagiaan. Ini disebabkan oleh optimisme yang mendorong kepuasan dalam hidup kita.

Menerima Pikiran Negatif, Bertindak Positif

ACT dikembangkan oleh Steven C. Hayes dengan filosofi bahwa pikiran dan perasaan tidak perlu dilawan atau ditindaklanjuti dengan segera, tapi cukup diamati dan diterima. Emosi negatif adalah sesuatu yang wajar untuk didapati dan senormal emosi yang positif.

Menurut ACT, pikiran-pikiran yang muncul tidak perlu langsung ditanggapi atau dievaluasi secara berlebihan. Tidak usah juga dihindari atau dipendam. Amarah yang terpendam bisa meledak suatu saat atau malah menjadi penyakit batin maupun fisik yang menggerogoti diri dari dalam.

Rasa marah juga tidak perlu diekspresikan secara agresif tapi boleh dinyatakan dengan asertif. Biasanya seseorang marah karena merasa diperlakukan tidak adil atau harapannya dikecewakan dengan tindakan orang lain. Pelajari dengan seksama, jadilah asertif jangan agresif, dan ambil hikmahnya.

Amarah yang diluapkan akan semakin menjadi-jadi dan pelampiasannya bisa menjadi sesuatu yang akan disesali nantinya. Kita harus bisa mentransformasi amarah menjadi sumber motivasi untuk bertindak dengan lebih baik lagi.

Jika kita merasa marah atau tersinggung dengan orang lain, kita bisa menyatakan protes keberatan kita dan berharap perbaikan perilaku dari pihak tertentu, tapi kita jangan menyerang pribadi secara membabi-buta. Tegas untuk menolak perlakuan yang membuat kita marah tapi tidak mendendam atau melakukan tindak kekerasan.

Rahasia Hulk

Dalam film The Avengers, salah satu pahlawan super yang biasanya beraksi tanpa kontrol diceritakan sudah bisa mengendalikan kekuatan dan mengontrol transformasinya menjadi Hulk. Ketika ditanya rahasianya adalah: dia selalu marah.

Artinya adalah, kita bisa saja merasakan amarah tapi kita tidak perlu bertindak secara otomatis berdasarkan emosi dengan membabi-buta. Hulkbisa saja selalu merasa marah, tapi dia bisa mengendalikan tindakannya.

ACT berarti menerima reaksi, emosi, dan segala pemikiran dengan tetap berpijak di masa kini (tidak larut dalam ingatan masa lalu atau kekhawatiran di masa depan yang belum terjadi) lalu bertindak dengan mengikuti arahan prinsip-prinsip yang lebih bernilai.

Arahan-Arahan Utama ACT

Jika kita memikirkan sesuatu yang membuat stres atau menimbulkan emosi negatif, kita bisa menguraikan pikiran itu dengan beberapa teknik seperti desentisasi, defusi, dan mengubah sub-modalitas dari visualisasi pemikiran tersebut.

Sebagai contoh, kita bisa memanfaatkan beberapa trik psikologis dari NLP seperti menjadikan visualisasi pemikiran yang negatif mirip film hitam putih, bayangan buruk menjadi foto-foto kuno, orang yang mengesalkan dibuat bersuara seperti tokoh kartun (membayangkan atasan yang sedang membuat kita kesal bermuka atau bersuara seperti donal bebek misalnya), dan sebagainya.

Desentisasi berarti mengulang-ulang pemaparan gambaran atau kejadian yang memicu emosi negatif sampai kita merasa kebas atau mati rasa dan tidak terpancing lagi emosinya. Bayangan yang membuat marah, kenangan yang buruk, imajinasi yang mencemaskan, dan sebagainya bisa dikurangi intensitasnya dengan beragam metode seperti defusi yang bisa dipelajari lebih lanjut di dalam ilmu ACT.

Emosi atau perasaan negatif memang sebaiknya diterima agar bisa datang dan pergi tanpa perlu dilawan. Emosi ada untuk dirasakan karena fungsinya sebagai input informasi dan deteksi situasi. Emosi yang ditindaklanjuti secara cerdas bisa bermanfaat sebagai penguat motivasi serta pencegahan dini kepada hal-hal yang bisa menyakiti.

Misalnya rasa marah jangan ditekan tapi juga jangan diekspresikan sehingga bisa membesar dan membahayakan diri serta orang lain. Amarahnya bisa diobservasi tanpa lupa diri untuk dicari maknanya, ditindaklanjuti dengan bijak, dan lalu memaafkan semuanya.

Amarah hanya perlu dirasakan, disadari, dan direlakan. Berikan maaf secara langsung kalau mampu. Kalau sulit, silahkan tuliskan semua hal yang menjadi sumber amarah, caci maki orang yang dibenci dalam sebuah surat, buat jurnal emosi, lalu bakar dan relakan.

Perasaan apapun akan datang dan pergi, tidak ada yang abadi dirasakan terus-menerus selamanya jika kita bisa merelakannya.

Solusi Spiritual untuk Problema Psikologis

Tips selanjutnya adalah memanfaatkan iman dan keyakinan serta ajaran-ajaran agama. Kuatkan kepercayaan serta praktekkan ritual-ritual yang mengembangkan emosi positif seperti banyak-banyak bersyukur dan berdoa, bermeditasi atau berdizikir dalam agama Islam, memberi atau bersedekah dan menolong orang lain, berpuasa serta pergi ke tempat ibadah umum seperti masjid, wihara, pura, atau gereja sesuai keyakinan masing-masing.

Kuatkan kontak dengan kekinian, bernafas dalam-dalam dengan perlahan dan rasakan setiap sensasi diri dengan keterbukaan serta penerimaan. Menerima dan merasakan apapun yang ada saat ini.

Jangan terikat dengan pikiran mana pun di masa lalu, masa sekarang, dan yang di masa depan seperti penyesalan, amarah, dan kecemasan.

Kita bisa membebaskan diri dari keterikatan itu. Bahasa spiritualnya, melepaskan segala harapan atau keinginan untuk mengendalikan hal-hal yang diluar kendali kita dengan ikhlas dan pasrah.

Bersabar dan sadari inti diri melebihi batasan fisik, akses ruh dalam tubuh yang merupakan sumber kerohanian kita.

Langkah selanjutnya adalah menemukan nilai-nilai yang paling berarti dalam hidup kita dan bertindak dengan prinsip-prinsip sejati tersebut. Kita berkomitmen untuk berperilaku sesuai prinsip berdasarkan nilai yang abadi, bukan bertindak karena perasaan yang bersifat sementara. Misalnya dengan tetap berpegang teguh pada kejujuran, integritas, siap bertanggung jawab, adil, dan seterusnya.

Sebagai contoh, amarah hanya perlu dirasakan tapi tindakan kita tetap harus berdasarkan prinsip dan nilai yang menjadi komitmen kita. Pegangan atau tuntunan perilaku kita berasal dari prinsip dan nilai, bukan emosi sesaat sehingga kita tidak akan sesat. Inilah komitmen yang harus kita jaga selamanya.

Social Support atau Bantuan Sesama

Pengendalian emosi adalah sebuah keahlian, yang penguasaannya membutuhkan proses. Proses pembelajaran untuk mengelola pikiran dan perasaan membutuhkan waktu seumur hidup serta seringkali terasa berat.

Jika kita menemui kesulitan untuk berkomitmen dan bertanggung jawab dalam merubah diri menjadi lebih baik, maka kita bisa meminta bantuan orang lain untuk menguatkan motivasi kita dalam pengembangan diri ini.

Kita bisa mencari rekan yang sama-sama berminat untuk memperbaiki pribadi dengan saling mengingatkan dan mendukung. Kita bisa berpartisipasi atau membentuk kelompok yang berpikiran sama yakni ingin maju dalam hal mengatasi emosi.

Kita juga bisa mengumumkan komitmen kita untuk diminta pertanggungjawabannya kelak secara publik, berjanji di muka umum, secaraonline lewat twitterfacebook, blog, dll.

Hati-hati juga untuk menghindari orang-orang yang suka berpikiran dan berprasangka negatif, kita bisa ketularan negatif juga. Pengaruh sosial sangatlah kuat, kita harus selektif dalam berkelompok khususnya jika kita sedang merasakan mood yang tidak terlalu positif.

Tips Mendongkrak Kebahagiaan

Terakhir, secara singkat saya akan memberikan beberapa tips sederhana untuk meningkatkan kebahagiaan. Saya akan menjelaskan secara lebih terperinci dan mendalam di tulisan-tulisan dalam blog 100motivasi ini selanjutnya. Berikut beberapa tipsnya;

1. Tersenyum dimana saja dan kepada siapa saja, bahkan saat sedang sendirian. Terutama ketika sendiri dan sedang merasa beteIt works, berkat jalur saraf yang sudah terbentuk yang mengaitkan senyuman dengan kebahagiaan. Jadi, kita senyum biasanya karena bahagia tapi bisa juga kita berbahagia karena tersenyum.

2. Berolahraga. Dengan aktif bergerak otak kita akan menghasilkan hormon serotonin dan endorfin yang membuat kita senang. Carilah jenis olah raga yang disukai dan jangan berlebihan memforsir diri ketika berolah raga.

3. Cukup terpapar sinar matahari. Penjelasannya ada pada penemuan fungsi kebaikan vitamin D terbaru untuk otak dan jantung manusia. Jangan heran ada istilah: winter blues, depresi pada musim dingin yang disebabkan defisit vitamin D.

4. Peduli pada orang lain. Egoisme bisa menghalangi kita untuk berbuat baik bagi sesama dan semakin mengingatkan penderitaan yang dialami diri sendiri. Coba lihatlah kesusahan banyak orang yang nasibnya berada di bawah kita, jangan selalu melihat ke atas.

5. Dipijat. Sentuhan dan pelukan dengan orang yang dicinta (atau oleh tukang pijat juga tidak apa-apa :-) ) yang secara otomatis akan mengaktifkan produksi hormon dophamine, yang membuat hati menjadi gembira dan membuat hari menjadi fantastis!


Taipe, 17 Maret 2015


Sabtu, 14 Maret 2015

DINIKAHI ATAU ENGGAK, YA?

Diposting oleh Rumah Kopi di 18.52 0 komentar
Kalau lagi suntuk gini di mana pun duduk, rasanya nggak nyaman. Mandi aja males. 


Dipikir juga nggak nyelesein masalah. Bikin hidup jadi kagak happy. Bosen menyemangati diri sendiri. Pengennya sih, tidur nyenyak. Itu doang. Besok seharian otaknya bakalan cenat-cenut.


Dari dulu kan emang kek gini. Tuhan akan menguji manusia melalui dua hal: manusia dijauhkan dari hal yang paling diinginkannya dan didekatkan dengan apa yang dijauhinya.

Siapa yang pengen beli rumah itu! Ngimpi aja kagak pernah. Tapi lihatlah, justru aku dihadapkan pada keadaan kek gini. Mau memberontak? Mau mundur? Enggak bisa, udah jangan mengeluh mulu. 

Lha tinggal jalan aka kok. Sudah waktunya hati ini diamplas biar lebih halus. Dihadapkan dengan seauatu di mana aku nggak dapat mengelak. Biar bisa nerima kenyataan. Biar menjadi dewasa dan berpikir matang. 

Sama halnya ketika menghadapi mase. Dari sekian banyak orang yang aku kenal, hanya dia yang membuatku mati gaya.  Hatinya susah didapetin! Busyet dah butuh tiga bulan keknya. Sedangkan yang lain, seminggu aja udah ngasih hadiah ini itu! 

Dengan mase aku tak punya pilihan lain--jika memang ingin mendapatkan hatinya, maka aku harus lentur mengikuti permainannya. Aku harus belajar sabar. Mesti belajar bagaimana caranya membuat dia mengerti apa yang aku mau tanpa harus memintanya. Dan itu susahnya setengah mati. Beneran.

Tetapi ini suatu tantangan yang hebat. Ketika aku kesulitan mendapatkan hatinya, dari sini justru nggak akan sembarangan melepaskannya. 

Apa karena dia keren? Apa karena dia cerdas? Atau apa? Entahlah! Jika dipikir, masih banyak yg lebih keren. Mase itu puzzle hidup yang perlu waktu entah berapa lama menggabungkan potongan-potongan kecil itu. Aku tau dia nggak tahan dengerin orang nangis. Aku tau dia nggak suka sama hal ribet, ribut, mengikat, peraturan2 konyol, dicurigai, dan sederet hal lain, nah dan yang aku sebutkan itu ada padaku. :(
Jika aku ingin menjadi kesayangannya, maka aku harus membuang jauh kebiasaan itu.

Tunggu, ini nggak bisa disamakan dengan 'gadis udang' yang tubuhnya bisa dimakan, tapi otaknya harus dibuang. Ini malah membentuk karakter baru. Nggak cengeng dan lainnya. Berarti mase membawa pengaruh besar.

Seperti hari ini. Dia tidak banyak bicara saat aku bercerita. Dan hanya memberikan masukan sedikit. Tapi kenapa aku pun udah tenang saat dia mendengarkanku bicara. ((eh dia tadi dengerin apa ketiduran ya :D )) 

Mase membuatku lupa total sama mantan. Bukankah lelaki hebat itu, dia yang berhasil membuat wanita lupa pada masa lalunya. 

DINIKAHI ATAU TIDAK, ITU TERGANTUNG WANITA KOK!

1.Jadilah wanita yang anggun
  • Cara pertama yang perlu Anda pelajari agar pria mudah jatuh hati pada Anda adalah menjadi wanita yang anggun yaitu bersikap tenang dan selalu tersenyum. Wanita anggun juga memiliki kepribadian yang mudah menawan/memikat orang, sehingga setiap pria yang melihatnya dapat dengan mudah jatuh hati atau menganguminya. Kebanyakan pria kurang suka dengan wanita yang terlalu agresif. Pria lebih suka wanita yang ceria, namun tetap memiliki sikap anggun.

  • 2. Dewasa

    Untuk menjadi wanita dewasa bukan berarti Anda menjadi wanita yang kaku dan tidak dapat ceria lagi. Wanita dewasa adalah wanita yang mampu mengambil keputusan yang bijaksana untuk hidupnya dan juga dapat menyesuaikan sikapnya pada moment-moment tertentu dan selalu bersikap tenang meskipun mengalami kondisi buruk sekalipun. Wanita dewasa mencerminkan kesiapannya untuk menjadi pendamping bagi seseorang.

  • 3. Berprinsip kuat

    Jangan menjadi wanita yang mudah termakan rayuan. Apalagi termakan rayuan pria ganteng. Ketika Anda masih lajang dan ingin segera mendapatkan pasangan, jangan mudah terburu-buru yakin dengan pilihan Anda. Pria sebenarnya lebih suka dengan wanita yang memiliki prinsip, ketika pria merayu Anda, dia sebenarnya hanya menguji Anda. Karena menurut pria, wanita yang siap menjadi istrinya adalah wanita yang memiliki prinsip yang kuat sedangkan wanita yang mudah termakan rayuan adalah wanita yang mudah untuk dipermainkan.

  • 4. Mandiri

    Jadilah wanita yang mandiri. Pria sangat suka wanita mandiri yang tidak tergantung orang lain, baik keluarga atau kerabatnya. Wanita mandiri adalah wanita yang bisa melakukan segalanya sendiri. Ketika dia mengalami masalah dia selalu berusaha untuk mengatasinya sendiri. Wanita mandiri dapat membantu si pria dan mau berusaha bersama-sama untuk mengarungi pernikahan dari nol. Tidak hanya itu, bagi pria, wanita mandiri juga jarang mengeluh dan dapat diajak susah senang bersama.

  • 5. Tajamkan sisi keibuan

    Ketika pria melihat sisi keibuan pada wanita, pria tersebut akan yakin bahwa wanita itu adalah calon ibu yang baik bagi dirinya dan anak-anaknya kelak. Wanita yang memiliki sisi keibuan adalah wanita yang senang dengan anak-anak, dapat mengurus dan dekat dengan anak-anak, cerdas mengurus rumah, selalu ingin berkorban untuk keluarga yang dicintainya.




Don't Worry To Much

Diposting oleh Rumah Kopi di 13.30 0 komentar

Auuoo sekarang kagak berani upload foto. Kesian kesian :v

Masih ada blog! weekk! Eh, habis nangis aja kece. Apa lagi kalau habis turun dari langit. Pasti lebih kece! (( kecepekan :v ))

Hai, Laland. Happy weekend. Kotaku cerah siang ini. Bagaimana dengan kotamu?

Lalaland, jika dunia ini diibaratkan medan perang, maka sebagai petarung semakin sering diserang kian mahir menghadapi lawan. Mental kuat akan terbentuk ketika manusia sanggup menaklukkan rintangan.

Air mata ini bukan melambangkan kelemahan. Lebih dari itu. Kautahu! Aku manusia biasa. Menangis sejenak kemudian kembali tersenyum untuk melanjutkan perjalanan. 

Kamu jangan pernah bertanya tentang kabar hari esok, ya. Sebab hari ini aku sudah sangat lelah. Esok biarkan ia datang dengan sendirinya dan aku akan menyiapkan diri menghadapi satu rahasia baru yang sudah tertulis di lauhul mahfudz.

Tentu saja tak ada istilah menyerah. Itu namanya kalah sebelum melawan. Namanya juga hidup, mana mungkin jalannya datar! 

Manusia bisa menghindar dari hal yang mendatangkan malapetaka, tapi tidak dapat ingkar dari takdir Tuhannya.

Aku bilang aku lelah. Tapi aku bilang aku tidak akan menyerah. Jika jalannya memang begini, ya sudah ikuti saja. Mengikuti arus bukan berarti layaknya sampah mengapung di permukaan sungai. Bukankah ikan-ikan terkadang membiarkan dirinya terbawa aliran air? Namun ketika ikan ingin berputar haluan, itu tidak sembarangan. Selalu ada pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Lihat saja di mataku tak ada dendam tak ada duka. Aku berharap kita akan bahagia pada jalan yang dipilih masing-masing. 

Aku masih punya impian. Aku masih muda. Bapak ibuk selalu mendukungku. Asal tidak melukai hati mereka, itu berarti aku tidak membuat Tuhan marah. Dan itu berarti jalanku dipermudah.

Aku punya Mamas yang setia mendampingiku, menyemanngati, tempatku berkeluh kesah.

Ah, bukankah itu hadiah yang tak dapat dibeli? Bapak-ibuk yang selalu menyayangi, dan Mamas yang selalu mendampingi, kurang apa lagi?

Semangat ya, diriku. Harusnya aku bersyukur. Saat wanita muda seusiaku belum mampu memikirkan bagaimana masa depannya, bukankah aku sudah memulai langkahku?  Budidaya ikan tinggal melanjutkan. Aku masih punya kesempatan kerja dan menyelesaikan kuliah.

Kurang apa lagi? Bersyukurlah, Cris. Ada dua pilihan. Mumpung luang gini, nulis apa masuk forum diskusi?

Keknya aku milih baca cerpen aja, deh! atau nonton stand up comdey biar otakku encer lagi.

^_^

2:26

Jumat, 13 Maret 2015

FREAK

Diposting oleh Rumah Kopi di 22.26 0 komentar


Ada orang yang bikin akun FB pake foto-fotoku. Kalau dia jahat gimana? Kalau buat nipu orang, lalu orang itu minta , gimana? Ah, masa bodoh. Yang penting aku nggak melakukan hal buruk pada siapa pun, udah. Ngapain dipikirin. Buang-buang waktu aja. 

Ada hal yang lebih penting dari pada sekadar mikir hal nggak penting! 

Duh Gusti, apapun yang terjadi di hidupku jangan biarkan aku berubah menjadi orang yang apatis! Selama ini, aku ngalah sama semua orang, tapi nyatanya mereka justru semakin nggak punya hati. Penderitaanku kurang panjang kah, Tuhan?!

Kemarin, uang 14jt raib di tangan Om. Hari ini baru ketahuan, tabungan yang aku transfer tempo hari sejumlah 20jt Itu pas aku tanyain ke Om, bilang uang itu habis dipake Bapak-Ibuk. Aku sempat kaget! Sempat nggak percaya! Perasaan Bapak selulu bilang ke aku kalau mau pake duit. Tapi waktu itu, salahku nggak nanya langsung ke Bapak. Aku pikir, duit udah terlanjur dipake buat apa dipermasalahkan lagi? Lagi pula orangtuaku sendiri ini. 

Dan nyatanya, Om tega banget bohong sama aku. Duit itu diembad dia.

Bapak Ibuk nggak pernah tega pake hasil jerih payahku sampe segitu! Duh, hari ini aku sudah bikin Bapak nangis karena aku mendam semua ini hanya takut nyakitin perasaannya. Bapak pasti sedih. Nggak trima anaknya diperlakukan seperti itu. Ampun ... Dulu aja, kalau aku nggak ngedem2 Bapak pasti udah ribut sama Om. Dan malam ini, denger kabar saldo yang 34jt dibilangnya tinggal 30jt. ((oalaahhh aku ki doso opo Om karo sampean? ))

Dulu, aku begitu legowo menerima kenyataan itu! Tapi hari ini aku sudah kehilangan warasku, Gusti. Ampuuun ...

Aku sebenarnya lelah. Mengalah sama semua orang nggak ada gunanya malah diinjak-injak. Duh, atiku keronto-ronto :(

Ini hal kecil. Aku nggak harus cerita sama siapa pun. Ini bukan beban. Aku bisa menyelesaikannya sendiri. Bisa. Aku bisa. 

Di sini aku nyari duitnya sampe nggak kenal waktu. Badan sakit semua, kesehatan sering drop, eh nggak taunya paman sendiri tega banget. Oalah, Gusti semoga aku kuat. 

Hari ini benar-benar menguras hati, emosi, dan air mataku. Adikku, tunangannya, ditolong malah mukul. Om dan Tante malah parah udah persis drakula penghisap darah. Semoga kalian puasss! 

Aku kuat! Aku kuat! Aku nggak boleh kalah. Nggak usah nangis! Sedih boleh saja, tapi nggak perlu lama-lama. :( 


Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa KALIAAN BANGSAAAAAAAAAAAATTTTTTTTT :( PERGI SAJA KALIAAANNNNNN :(



Not Sister But Sinister

Diposting oleh Rumah Kopi di 13.15 0 komentar
Aktivitas di luar, bikin gerah! Jangan nambah-nambahi panas dalam dong, ah!
Woeee! Lha ini gue kakak lo bukan kondektur bus yang suka nyrobot penumpang angkutan lain. Duh busyet dah! Omongan lo kek orang kagak pernah di sekolahin aja! Jadi emosi gue! :( 

((istigfar... tenangin ati, orang sabar balanya berbie))

Mari bicarakan baik-baik. Untung aku udah dapet pelajaran dari Mase kalau ada masalah apa pun, dibicarakan baik-baik. Secara kita ini manusia, bukan penghuni hutan yang suka triak-triak. Bukannya nyelesein persoalan, malah nyiptain perkara baru kalau caramu keliru.

Aku ini kurang ngalah gimana? Aku ini harus ngelakuin apa lagi buat kamu? Punya adik satu aja, kagak pernah akur. Apa-apaan ini! Kamu nuduh aku ada afair sama tunanganmu! 

What the fuck! Can you say it to me once again! 

Yaelah! Kek nggak ada cowok laen aja di bumi ini! Apa dosaku gitu, sampe adik sendiri tega nuduh yang enggak-enggak?   Mukaku pas-pasan aja, sering jadi sasaran salah tuduh kek gini! Apa jadinya kalau aku cantik kek Nikita Willy? :(

Hidupku gini-gini amat! Apa aja yang aku lakuin selalu saja orang lain salah nangkep. 

Dengerin dulu napa? Jangan asal ngancem bunuh diri, lalu matiin HP kek gitu. Nggak lucu sumpah! Kesel banget kalau ngadepin orang bebal kek gitu. 

Iya, cowokmu telpon pas kapan hari itu! Dan obrolannya nggak jauh dari ngomongongin hubungan kalian. Sebagai kakak kan udah wajar aku ngasih nasihat yang terbaik buat ke depannya. Lagi pula gegara cowokmu curhat itu, aku jadi sial! Salah ngeklik download-an aplikasi jadi nggak tidur ampe pagi.

Ebusyet dah! Tiba-tiba kamu sms kek gitu! Nuduh aku menghasut dia buat marahin kamu! Nuduh aku jadi benalu dalam hubunganmu! Woooeee! Woooeee! Kualat nuduh sembarangan! Jangan nyari kambing hitam, nyari kambing putuh aja sana bulu-bulunya lucu kriwil kek otak loh! ((darah tinggi gue guys))

Apa sih, yang nggak buat kamu! Berapa duit sih, yang aku pake buat nyenengin kamu. Mulai dari beliin baju dan ... Ah! Keknya nggak etis deh, ngungkit yang udah dikasih ke orang. Kamu ya, nggak usah nyalahin tetangga, kanan-kiri, kalau lagi ada masalah dengan hubunganmu itu! Ngaca dong, Bebbb! Nggak perlu dijelek-jelekin kalau dasarnya baik, ya nggak akan mempan!

Duh! Bentar-bentar bikin keder orang sejagad! Kali ini aku angkat tangan! Udah muak dengan orang-orang yang bikin hidupku kek dikejar satpol PP. Aku udah ngelakuin yang terbaik. Aku nggak ngerugiin kamu. Aku bantuin Om nanggung duit yang kamu titipkan ke dia, yang jumlahnya cuma 15jt, tapi kamu bilang ke aku 18jt, udah gitu aku ada rencana buletin jadi 20jt. Itung-itung buat jajan kamu di rumah ntar! Yaelah malah kek gombal ceritanya! Yang kek gini ini namanya manusia setengah srigala, berbulu ketek pula! :(

Eh, catet dong bagian ini! Sejak kapan seleraku berubah! Mana mungkin aku nglirik cowokmu! Secara pilihanmu kagak ada yang bermutu! Sebenarnya aku salah sih, ngomong kek gini! Terserah siapa pun yang jadi pasanganmu, asal dia orang baik, aku juga ikut ngasih restu. Tapi please  dong jangan bikin jarak di antara kita dengan adanya nuduh sembarangan!

Ingat ini! Darah yang mengalir di tubuh kita itu sama. Melukaimu berarti menyakiti diriku sendiri! Punya otak jangan cuma di bawa beredar kemana-mana! Tuduhanmu nyakitin sumpah! Any way karena aku kagak ngerasa melakukan kejahatan kek yang kamu tuduhkan ... so far i'm okay!*

((pesan terakhirmu nggak lucu. aku bingung dewe ngerti po ra ndasmu! :( ))

Aah mboh lah kerjaanku masih blom kelar noh! >_<

2:13

Kamis, 12 Maret 2015

My Guardian Angel

Diposting oleh Rumah Kopi di 09.09 0 komentar



Manusia butuh wadah untuk mengekspresikan perasaanya. Biar kek pasangan lainnya gitu. Wadahnya harus beda. Kalau mereka pake ember, aku mah apa atuh, pake bejana dong! :D

Dua orang bisa berhenti komunikasi tapi percayalah ke duanya nggak bisa berhenti memikirkan keadaan masing-masing! ((oh emji udah kek dukun aja gue  :v ))

Apa sih, manfaatnya nulis kek gini? Tentu saja banyak banget. Keknya aku lupa dengan banyak hal jadi untuk mengingat kembali dan sebagai acuan jika aku lupa lagi, maka aku menulisnya di sini. Sekali lagi ini bukan untuk lebay-lebay-an. Apalagi buat pamer? Enggak. Aku tahu itu NORAK.

Hai, Laland. Kenalin itu Mamasku. Sampai detik ini dia calon suami yang terbaik. Semoga itu berlangsung hingga nanti. 

Well, sedikit flash back tentang siapa dia dan latar belakangnya hal ini mesti aku ingat agar dalam menjalani hubungan selanjutnya berjalan dengan nyaman.

Lalaland, aku telah berbuat kesalahan. Aku sadar kok, semakin merasa disayangi aku malah sembarangan bertingkah. Gampang marah. Nggak bisa menjaga lidah. Ah, percuma ngomong kek gini. Minta maaf itu bukan sekadar menutupi kesalahan. Minta maaf akan jauh lebih berasa penyesalannya dengan mengubah sikap dari buruk menjadi kurang buruk. ((Eh, bercanda))

Aku sedih saat dia bilang, batinnya tersiksa. :( Oalah melas pokoknya. ((puk-puk punggungnya sini))

Dia hebat kautahu! Dari luar nampak kek orang normal pada umummya. Nggak ada tanda-tanda bahwa sebenarnya dia lelah secara jiwa raga. 

Atas semua beban hidup itu, dia butuh seseorang yang bisa membawanya picknik, sejenak lupa akan masalah. Menjadikan hidupnya kembali bergairah. Seseorang yang menjadi tangan--memeganginya kala dia lemah. Dia memilihku. Itu berarti dia berharap banyak padaku. Tapi apa yang terjadi? 

Aku malah menambahi bebannya. Mengacak-acak hati dan pikirannya. Mengaduk emosinya. Sikapku membuatnya kian tenggelam dalam kemuakan.

Aku menyesal! :( Tolong anggep aja mut yang kemarin udah mati. Dan yang ini mut kesayangane mase yang nggak bandel-bandel amat! ((serius)) Makanya untuk mengawali hari baru kita butuh picknik. Eh, butuh jaga jarak supaya kuman yang kemarin beneran mati!

Setiap kejadian ada hikmahnya ((udah kek Mama Dedeh :v )) pokoknya begitu. Dari perselisihan tempo hari, adalah sentilan agar aku kembali ingat siapa dia?

Harus diingat kalau laki-laki adalah makluk visual. Apa yang terlihat menarik tentu akan membangkitkan nalurinya secara spontan. Tapi jangan khawatir, Ladies! Itu hanya cuci mata. Tanpa bermaksud menggusur penghuni hatinya. Jadi, sebaiknya abaikan saja sebab kebiasaan itu ada pada keturunan adam di semesta alam. ((ora usah cemburuan maneh kalau ndak pengen mati dalam ke adaan masih unyu unyu :v ))

Dia yang terlihat angkuh itu sebenarnya adalah seorang yang sangat butuh perhatian, butuh dukungan menyemangatinya, butuh orang menjaga suasana hatinya agar tetap stabil. Tapi kadang, aku memandangnga sebagai manusia yang layak ditendang. ((kalau pas nyebelin :D )) 

Dalam menjalin hubungan, tentu aku nggak sembarangan melihat prospek ke depan terlepas dari persoalan menyangkut materi. 

Selama ini aku melihatnya sebagai seorang yang nggak pernah mau tertinggal dalam hal apa pun. Dia menjejali otaknya dengan berbagai pengetahuan. Dia mendesain dirinya sebagai calon pemimpin rumahtangga yang hebat. Impiannya banyak. Dia pintar. Dan aku harus membantu mewujudkannya. ((bim sa la bim))

Tentu saja tempatnya di depan. Dan dia hanya mau memilih pendamping yang berkualitas. Baik dari segi fisik maupun kepribadian. Wanita itu akan dijadikan tempat berbagi wawasan agar dia seimbang. ((mut diet kok tenang aje))

Untuk urusan lain dia yang memanage. Sedangkan urusan penampilannya, serta keperluan pribadinya, dia menyerahkan pada asistennya ((istri)) 

Bukankah itu nampak jelas sekali! Selama ini dia sering melibatkanku dalam banyak hal. Berarti dia sudah membawaku masuk dalam dunianya. Aku harus bisa menjadi teman, partner, musuh, kadang jadi anaknya, kadang jadi  tempat pelampiasan kekesalannya. Aku harus siap! 

Selain itu, dia butuh wanita cerdas yang akan menjadi guru private anak-anaknya. Makanya, dia mengajariku untuk menjadi wanita dewasa yang pintar. Eh, akunya malah kek anak kucing yang gelendotan di pangkuannya. 

Nggak perlu lagi meragukan setiap tindakan, serta ucapannya. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Maka, aku harus merbaiki diri dulu nggak usah sok ngatur orang lain. Kek kurang kerjaan aja. Kenali sosoknya lebih dekat supaya semakin kuat ikatan batinnya. Setiap hubungan berproses. Nggak semua pertengkaran berdampak memisahkan. Jika jeli dalam pengamatan, sehabis bertengkar akan semakin lebih mengerti. 


10:38
 

Rumah Kopi Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting