Jumat, 01 Mei 2015

Menjaga Kesehatan Otak

Diposting oleh Rumah Kopi di 16.51 0 komentar

Otak adalah salah satu organ tubuh yang bekerja mengendalikan diri manusia. Fungsi otak adalah untuk berpikir dan memerintah anggota tubuh yang lain seperti mulut, tangan atau kaki untuk bergerak.


  • Otak adalah salah satu organ tubuh yang bekerja mengendalikan diri manusia. Fungsi otak adalah untuk berpikir dan memerintah anggota tubuh yang lain seperti mulut, tangan atau kaki untuk bergerak. Otak yang tidak sehat ternyata dapat membuat kita menjadi stres dan dapat membuat seseorang rentan menjadi sakit. Selama ini banyak orang berfokus untuk menyehatkan tubuh saja, padahal otak juga perlu dijaga kesehatannya. Apa saja cara yang dapat menyehatkan otak? Berikut beberapa cara sederhananya:

  • 1. Berjalan kaki

    Berjalan kaki sangat baik untuk menyehatkan otak. Dengan berjalan kaki selama 20 menit setiap hari, otak Anda akan mendapatkan tambahan nutrisi. Berjalan kaki juga dapat menyegarkan pikiran Anda. Fakta mengatakan bahwa aktivitas fisik sangat baik untuk meningkatkan kinerja otak terutama pada pusat memori. Dengan berjalan kaki, hidup Anda akan sehat dan Anda akan mendapatkan energi yang baik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

  • 2. Berhenti khawatir

    Berdasarkan hasil studi dari University of Gothenburg di Swedia, kekhawatiran yang ditanamkan dalam pikiran akan membuat otak bekerja dua kali lebih keras dan menimbulkan stres berkepanjangan di kemudian hari. Kekhawatiran hanya dapat membuat Anda membuang-buang tenaga untuk berpikir tentang hal-hal negatif yang tidak baik bagi kesehatan Anda, baik jasmani maupun rohani. Berhentilah mengkhawatirkan hidup Anda, ini akan membawa dampak positif bagi kehidupan Anda. Anda tidak hanya akan sehat tetapi juga dapat membuat Anda lebih dapat menikmati hidup.

  • 3. Olahraga

    Setiap orang tentunya tahu bahwa olahraga sangat baik bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya menyehatkan tubuh, olahraga juga dapat menyehatkan otak. Ketika tubuh bugar dan sehat, jiwa Anda akan terdorong untuk lebih bersemangat lagi dalam beraktivitas. Seperti berjalan kaki yang disarankan sebelumnya, Anda dapat menambahkan aktivitas fisik lainnya seperti olahraga yoga yang sangat baik untuk menenangkan pikiran, berenang yang dapat menyegarkan pikiran, atau olahraga ringan lainnya. Ketika Anda rutin melakukan olahraga, dapat dipastikan memori otak Anda akan bekerja dengan lebih baik.

  • 4. Mancampurkan kunyit pada makanan

    Sebuah penelitian dari Institute of Neuroscience and Medicine di Jerman menemukan bahwa kunyit sangat baik untuk otak karena dapat mengurangi berbagai gangguan di otak. Komponen yang terdapat pada kunyit ternyata dapat menyegarkan sel induk pada otak. Campurkanlah sedikit kunyit pada setiap masakan Anda, dijamin hidup Anda akan lebih sehat.

  • 5. Bermain dengan alam

    Menurut para peneliti University of Michigan, warna-warni pada alam dapat memberikan ketenangan pada pikiran manusia. Bermain dengan alam tidak hanya menyehatkan jiwa, tetapi juga dapat menyehatkan raga. Sesekali luangkan waktu Anda untuk bermain atau sekadar mengunjungi alam bebas. Dengan demikian, hidup Anda akan terasa lebih baik dan terbebas dari stres atau depresi.

  • 6. Makan buah dan sayuran

    Sejak kecil, anak-anak telah diperkenalkan pada sayur dan buah-buahan oleh orang tua mereka. Buah dan sayuran sangat baik bagi pertumbuhan dan kesehatan. Tidak hanya dianjurkan bagi anak-anak, sayur dan buah-buahan juga sangat baik dikonsumsi oleh semua orang, tanpa mengenal batas usia. Sayuran dan buah-buahan mengandung banyak vitamin dan zat-zat tertentu yang sangat baik bagi tubuh. Ketika tubuh sehat maka otak juga akan menerima banyak nutrisi dengan baik.

  • 7. Meditasi

    Meditasi adalah cara terbaik untuk menyehatkan otak. Dengan bermeditasi seseorang akan merasa tenang dan damai. Meditasi juga ternyata dapat membantu menghilangkan stres yang dihasilkan oleh pikiran yang tidak sehat. Dalam bermeditasi kita dituntun untuk mengatur pernapasan dengan baik. Dengan mengatur pernapasan ternyata dapat membuang racun pada tubuh sehingga tubuh dan pikiran akan menjadi tenang, sehingga dapat memberikan energi yang lebih banyak bagi tubuh. Lakukanlah meditasi setiap pagi. Tidak hanya akan menyehatkan otak Anda, ini juga akan membuat Anda lebih bersemangat lagi dalam beraktivitas.

  • 8. Tertawa

    Tertawa sangat baik untuk menyehatkan otak. Dengan tertawa, Anda dapat membuat pikiran menjadi lebih santai. Ketika pikiran kita santai, maka tubuh kita juga akan menjadi sehat. Selalulah tertawa agar hidup Anda akan menjadi lebih menyenangkan.

All About Us

Diposting oleh Rumah Kopi di 15.06 0 komentar


"Sebaiknya jangan. Bukankah yang lebih tau siapa pasangan kita, ya, kita sendiri?"

Jadi ingat pesannya waktu itu. Sebagai dua orang yang ditemukan di usia dewasa, tentu karakter satu dengan yang lainnya berbeda. Nah, ketika terjadi selisih pendapat, beda pemahaman, sebaiknya diselesaikan berdua, sebab pihak ketiga justeru akan memperkeruh keadaan.


  • Ada istilah "What Happens In The Garage, stays in the Garage" untuk menggambarkan bahwa segala hal yang terjadi di ruang privat, tak perlu dibawa ke ranah publik.

    Hal ini biasanya dikaitkan dengan permasalahan relationship. Memang tak hubungan yang bebas dari persoalan. Namun, masih banyak dari kita yang terbiasa curhat mengenai permasalahan kepada orang luar. Padahal, yang terjadi hanya pertengkaran biasa, selisih pendapat, tanpa kekerasan dan hal-hal yang berbahaya.

    Hal ini dapat berakibat buruk karena tidak semua orang bisa dipercaya. Ada yang akan menyebarkannya kepada orang lain hingga banyak yang tahu apa yang terjadi dalam hubungan kita. Hal ini tentu tidak baik. Pasalnya, relationship adalah urusan yang amat personal dan seharusnya bisa diselesaikan sendiri dengan pasangan.

    Nah, mulailah belajar menyelesaikan konflik dengan kepala dingin bersama pasangan kita. Ingat lagi mengapa kita menjalin hubungan. Sebelum itu pasti sudah memiliki pertimbangan-pertimbangan matang yang berujung pada keputusan besar tersebut, kan?

    Jadikan pasangan kita sebagai sahabat, satu-satunya tempat curhat yang kita miliki. Bagaimana caranya? Biasanya toleransi kita pada seorang teman jauh lebih tinggi ketimbang pada pasangan, mungkin karena merasa tak ada ikatan. Maka, anggaplah pasangan kita sebagai teman, orang yang akan selalu ada untuk kita, dan begitupun sebaliknya. Kita harus mengenalnya lebih baik daripada orang lain. Apa yang ia sukai, apa yang dibencinya, apa yang bisa membuatnya tertawa, bagaimana ia bercerita, bagaimana ia bisa mendengar kita saat bercerita.


    Misalnya, pasangan kita adalah seseorang yang pendiam dan tidak suka basa-basi. Ia bukanlah orang yang bisa berlama-lama mendengar suara orang bercerita, apalagi mengenai topik yang tidak membuatnya tertarik. Pelajarilah dengan baik kapan ia pasti akan mendengar, dan gaya bercerita seperti apa yang akan membuatnya menaruh minat.


    Berbeda pendapat mengenai beberapa hal juga lumrah. Perdebatan dan pertengkaran mungkin terjadi. Namun yang penting diingat adalah jangan marah terlalu lama. Karena pasangan Anda adalah sahabat seumur hidup satu-satunya. Kemarahan hanya akan membuat kita merasa kesepian. Cepatlah dinginkan kepala, dan ajak ia mengaitkan kelingking, seperti kita berbaikan dengan sahabat.


    Ajak ia tertawa lagi, dan saling melempar guyonan yang bisa mencairkan suasana. Setelah sudah sama-sama dingin, barulah saling curhat bisa dimulai. Ceritakanlah hal-hal yang Anda inginkan, dan bandingkan dengan yang pasangan Anda inginkan. Tidak ada permasalahan yang hadir tanpa solusi. Dan saat waktunya bernegosiasi pun, lakukanlah dengan tenang. Ingat, karena ia sahabat Anda.


    Jalanilah hubungan dengan "seru" dan penuh canda.

    Ketimbang harus menceritakan uneg-uneg persoalan rumah tangga yang kecil, dan malah bisa berakibat runyam karena mulut orang lain, lebih baik bersahabat dengan pasangan. Saling bercerita, dan berbagi tawa, duka, lara, kisah demi kisah, akan menguatkan hubungan. Menghangatkan hati, dan yang jelas, kebahagiaan.

^_^

Belajar Mengenali Diri Sendiri

Diposting oleh Rumah Kopi di 10.13 0 komentar

(kalau aku sih, sanguins. kamu?)

KEPRIBADIAN WATAK / TEMPERAMEN

Temperamen adalah gejala karakteristik daripada sifat emosi individu, termasuk juga mudah tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya, segala cara daripada fluktuasi (gelombang) dan identitas suasana hati.

Hubungan antara Kepribadian, Watak dan Temperamen

Kepribadian adalah organisasi dinamis di dalam individu yang terdiri dari system psikolgis yang menentukan tingkah laku dan pikiran secara karakteristik dalam menyesuakan diri terhadap lingkungan atau bisa juga dikatakan sebagai sifat, pembawaan yang khas.

Watak adalah sifat yang lebih mendasar berasal dari turunan atau totalitas dari keadaan dan cara bereaksi jiwa terhadap perangsang. Watak biasanya berasal dari bawaan sejak lahir, dimana  ketika personal itu dilahirkan maka dia telah memiliki satu watak atau suatu sikap yang mendasar yang ada pada dirinya. Watak ada juga yang berasal dari pengaruh lingkungan, maksudnya disini watak ini diperoleh berdasarkan pengaruh dari lingkungan yang telah memberikan perubahan terhadap kehidupannya ataupun gaya hidup yang dia jalankan.

Jadi dapat kita katakan di sini bahwa watak merupakan bagian dari pada kepribadian atau watak itu terdapat di dalam kepribadian, watak juga bisa membentuk suatu kepribadian sedangkan tempramen merupakan suatu karakteristik daripada sifat emosi yang juga terdapat

di dalam kepribadian dan  watak.

Jenis – Jenis Temperamen

Secara umum jenis temperamen dapat dibedakan menjadi 4 bagian, dimana masing-masing bagian memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita bisa memiliki secara dominan dari salah satu temperamen yang ada atau bahkan perpaduan dari beberapa temperamen. Untuk dapat menentukan seseorang itu memiliki temperamen yang mana maka personal tersebut dapat mengikuti tes kepribadian (psikotes), tes ini harus diisi dengan sejujurnya, agar hasil yang didapatkan sesuai atau hampir sama dengan  kepribadian kita yang sesungguhnya. Dengan demikian kita akan dapat mengetahui, kita itu sebenarnya cenderung memiliki kepribadian atau sifat yang bagaimana? Maka kita akan tahu kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri kita.

Adapun jenis-jenis tempramen adalah sebagai berikut :

Sanguinis

    Kelebihan:

    • Kepribadian yang menarik
    • Suka berbicara, suka bercerita
    • Mudah berteman, orangnya bersifat suppel, tidak jaim alias    mau bergaul sama siapa saja yang penting nyambung atau asyik diajak bicara.
    • Memukau pendengar
    • Baik di panggung
    • Lugu dan polos, orangnya tidak banyak neko-neko atau tampil dengan apa adanya, tidak terlalu banyak penambahan gaya yang bukan menjadi karakteristiknya.
    • Antusias dan eksresif
      • Penuh rasa ingin tahu
      • Kekanak-kanakan
      • Suka relawan untuk tugas
      • Kreatif dan inovatif

    Kelemahan:

    • Tidak disiplin
    • Emosi tidak stabil
    • Tidak produktif
    • Eksentris
    • Membesar-besarkan masalah

      Koleris

        Kelebihan:

        • Dilahirkan sebagai pemimpin
        • Sangat memerlukan perubahan
        • Berkemauan kuat dan tegas
        • Bisa menjalankan apa saja
        • Berorientasi tujuan
        • Mengorganisir degan baik
        • Mendelegasikan pekerjaan
        • Berkembang karena  tantangan
        • Tidak terlalu perlu teman
        • Biasanya selalu benar
        • Unggul dalam keadaan darurat

        Kelemahan:

        • Dominan
        • Ceroboh
        • Merasa puas diri
        • Pekerja keras (terlalu)
        • Pemarah
        • Sarkastis (kasar)

        Melankolis

          Kelebihan :

          • Serius dan tekun
          • Berbakat dan kreatif
          • Sadar  perincian
          • Tertib dan terorganisasi
          • Teratur dan rapi
          • Perfeksionis dan standar tinggi
          • Ekonomis
          • Perhatian dan belas kasihan yang mendalam
          • Mencari teman hidup yang ideal

          Kelemahan :

          • Pemurung
          • Berpusat pada diri
          • Pembalas (pendendam)
          • Perasa
          • Sangat teoritis
          • Kurang bermasyarakat
          • Berfikiran negatif terhadap diri sendiri

            Flegmatis (stabil)

              Kelebihan :

              • Rendah hati
              • Selalu santai
              • Diam, tenang dan terkendali
              • Sabar
              • Berbahagia menerima kehidupan
              • Punya kemampuan administrasi
              • Menengahi masalah
              • Mudah diajak bergaul
              • Punya banyak teman
              • Menjadi pendengar yang baik

              Kelemahan :

              • Tidak punya motivasi
              • Tampaknya malas
              • Tidak tegas
              • Penakut suka khawatir

              Tujuan kita untuk mempelajari Kepribadian, Sikap dan Watak adalah :

              Supaya kita dapat mengenali watak kita tergolong kedalam jenis tempramen yang mana sehingga kita akan lebih mengetahui akan kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, dan dapat melakukan usaha untuk menutupi kekurangan itu, sehingga kekurangan bukan lagi menjadi suatu hambatan dalam mengembangkan diri.

              Manfaat yang didapatkan dalam mempelajari  Kepribadian, Watak danTempramen

              Kita akan lebih memahami watak masing-masing personal (orang lain), bisa bersikap lebih dewasa karena kita sudah mengetahui karakteristik yang mereka miliki, mengurangi rasa buruk sangka dan lebih sabar dalam menghadapi sikap orang lain yang bertentangan  dengan diri kita, karena kita tahu bahwa tidak ada manusia yang bersifat sama. 

              Kamis, 30 April 2015

              Me

              Diposting oleh Rumah Kopi di 07.38 0 komentar


              Aku lelah ...

              Bagaimana bisa memahami orang lain, sementara aku sendiri tidak mengenali siapa diriku? Apa mauku? Dan apa yang harus aku perbuat untuk mendamaikan diriku sendiri? 

              Tidak semestinya aku menyalahkan sekitarku. Pun atas perlakuan mereka terhadapku, karena aku tahu bahwa masalah itu datang dari diriku sendiri. 

              Tak ada orang yang menyuruhku mencintainya. Dia pun tak menyuruhku berbuat ini-itu untuknya. Aku sendiri yang mencoba masuk dalam dunianya. Dan akhirnya semua menjadi serumit ini. Kurasa bukan salahnya. Perihal dia tidak bisa menghargaiku, menjaga perasaanku, membuatku damai, nyaman, toh bukan atau belum menjadi tanggung jawabnya dia. Mengapa aku menuntut lebih dari apa yang aku terima?

              Katakanlah, aku sudah berbuat yang terbaik--tetapi jika aku menginginkan seseorang berlaku sama denganku, berarti aku tidak tulus melalukannya? Entahlah .... Aku minta maaf.

              Siapa diriku sebenarnya? Apa mauku?

              Sedikit tentang kepribadian temperamental… Judul Bab di buku ini: Hati-hati dengan kepribadian temperamental (byYusuf Al-Uqshari).

              Kepribadian yang temperamental atau orang yang mempunyai sifat temperamental adalah sebuah kepribadian yang sama sekali berbeda dengan orang yang emosional atau pemarah. Meskipun secara sekilas dalam pandangan orang banyak ada hubungan yang menyatukan mereka, tetapi jika ditinjau realitasnya dan secara ilmu psikologi, bukan seperti itu realitasnya.

              Kepribadian yang temperamental juga bukan kepribadian yang sensitif. Dan, bagi setiap kepribadian ada ciri-ciri tertentu dan sisi-sisi tertentu yang membedakannya dengan kepribadian yang lain. Kepribadian yang temperamental adalah kepribadian yang ketika kita berinteraksi dengannya kita harus bersikap hati-hati. Orang yang temperamental bisa menjadi orang yang mudah marah, tidak sabar, emosional, dan sensitif, mempunyai hati yang keras, perasaannya kering, keras kepala, mudah meledakkan amarahnya karena hal yang sepele. Sikap temperamentalnya muncul tanpa dikehendaki, karena temperamental bersambung dengan aliran emosi yang mengeluarkan cairan saraf yang berada di otak bagian tengah. Lalu manakala otak menangkap pengaruh tertentu, maka pengaruhnya itu berjalan di dalam tubuh melalui aliran emosi dengan cara yang tidak dapat dikendalikan melalui gerakan yang cepat atau melalui perasaan. Dalam realitasnya, temperamen dapat dikategorikan sebagai sebuah ungkapan perasaan. Kami tegaskan bahwa orang yang mempunyai sifat temperamental tentu saja mempunyai jiwa yang sensitif, tetapi orang yang sensitif tidak mesti temperamental. Hal ini menegaskan adanya perbedaan kedua sifat tersebut.

              Orang yang memiliki kepribadian temperamental dapat dikenali dengan mengetahui ciri-ciri utamanya. Ciri-ciri paling utama adalah mereka lebih mudah terpancing dengan segala sesuatu, bahkan hal-hal yang sepele. Mereka langsung gelisah ketika menghadapi sesuatu yang sebenarnya mereka ketahui bahwa itu tidak ada kepentingannya sama sekali. Mereka selalu menggunakan ungkapan-ungkapan yang keras seperti mengerikan, menakutkan, luar biasa, aku benci, aku cinta, aku melakukan, dengan dibarengi semangat tinggi.

              Bisa jadi kita saksikan mereka meloncat secara tiba-tiba ketika mendengar suara yang tidak biasa atau jika mendengar ada orang yang memanggil mereka dengan suara yang mengagetkan (termasuk suara petir, gemuruh, dll yang mengagetkan). Ketika mereka sedang benar-benar marah, terkadang mereka merasakan sedikit kelumpuhan yang menjadikan mereka tidak mampu untuk  mengetahui apa yang mereka katakan dan mereka lakukan. Dan,mood mereka selalu berubah dengan cepat bahkan tanpa adanya sebab, berubah dari keadaan gembira kepada keadaan sedih/depresi, atau sebaliknya. Pikiran mereka selalu disibukkan dengan berbagai perkara yang tidak ada manfaatnya dan dengan berbagai kecurigaan dan ketakutan yang menyebabkan mereka tidak tenang.

              Kata-kata yang dapat mewakili sifat-sifat orang yang temperamental adalah mudah marah, cepat terpancing, egois, tidak sabar, mempunyai mood yang selalu berubah, juga selalu gelisah dan selalu berimajinasi. Mereka menginginkan mempunyai sikap yang stabil akibat apa yang mereka rasakan (–> jadi orang temperamen itu capek, sudah tau nggak baik tetap tanpa sadar seperti itu, ingin berubah, menahan diri tapi kalau sedang lupa ya selalu berulang…. T.T). Mereka merasa gelisah dan tidak tenang dengan berbagai perasaan yang mereka alami, meskipun perubahan tersebut berupa berubahnya tempat kerja karena naik jabatan, atau pindah ke tempat yang lebih bagus, prestasi dan atau yang semisalnya.

              Orang yang mempunyai jiwa temperamental juga cepat berubah warna  mukanya. Apabila mereka menghadapi sesuatu persoalan yang membuat mereka tidak tenang, maka secara tiba-tiba wajah orang-orang ini berubah dari putih menjadi merah secara tiba-tiba. Tangan mereka menjadi dingin atau berkeringat. Mereka mudah merasa jengkel dan terpengaruh jika mendapatkan kritikan atau teguran yang negatif. Mereka selalu tidak merasa sabar dan mudah terpancing. Berdasarkan pengetahuan tentang dimensi kepribadian orang-orang temperamental, maka kita harus berinteraksi secara hati-hati dan sensitif dengan mereka. Jangan sampai kita melontarkan kritikan atau membuat mereka terluka, bahkan jangan sampai memberikan teguran secara frontal pada mereka.

              Jangan sampai kita mengejutkan mereka meskipun itu kabar gembira. Kita harus menggunakan cara yang bertahap dalam memberikan informasi kepada mereka tentang suatu perkara, betapapun kecilnya informasi tersebut. Kita harus memperkirakan reaksi mereka yang cepat pada suatu perkara yang sebenarnya tidak pantas untuk mendapatkan reaksi. Dan, kita biarkan mereka mengungkapkan pendapat mereka dengan metode dan cara mereka tanpa kita berikan interupsi atau kita tunjukkan ketidakpedulian kita terhadap pendapat mereka. Bahkan sebaliknya, kita harusmembuat mereka merasa bahwa kita menghargai diri dan keberadaan mereka.

              Kita jauhkan mereka dari berbagai faktor yang sensitif, baik yang positif maupun yang negatif. Kita harus menghormati ketika mereka marah, bagaimanapun konyolnya bentuk kemarahan itu. Jika kita terpaksa harus meluruskan mereka, maka kita harus melakukannya dengan cara yang tenang yang berlandaskan dengan metode yang meyakinkan (misalnya berulang kali menyatakan bahwa kita menyayangi mereka, kita peduli akan mereka. Meski hal ini sangat melelahkan dan tidak penting buat kita) . Jika tidak begitu, maka persoalan ini akan berakhir pada perseteruan yang terjadi lebih cepat dari apa yang kita bayangkan. Oleh karena kepribadian yang temperamental ini dalam kebanyakan kondisi tidak dapat menyadari apa yang harus dia katakan dan dia lakukan.


              Rabu, 29 April 2015

              Something Stupid

              Diposting oleh Rumah Kopi di 12.18 0 komentar


              Siapa bilang sendiri itu menyedihkan? Orang seperti itu tidak pandai mengkondisikan keadaan! Sendiri itu menyenangkan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Maka dari itu aku nggak pernah takut jika orang-orang meninggalkanku. #sombongnye :D

              Kalau lagi sakit begini, lebih nyaman sendirian. Yang sakit badannya. Pikirannya masih waras. Untuk itu, browsing tentang hal- hal yang bermanfaat, jauh lebih baik dari pada sekadar mangkal di sosmed. Galau supaya mendapat simpatik seluruh alam? Najis! Mungkin, sifat yang menonjol padaku "kekanak-kanakan" tetapi untuk urusan attitude pembawaan diri di tengah keramaian, aku bisa diandalkan. ((asal pas lagi waras :v )) 

              Paling anti, nyari simpatik di sono. Bukankah manusia itu tak perlu menonjolkan kelebihan yang dimiliki supaya dipuji, misalnya! Lagi pula yang aku punya hanya kelebihan dalam hal berat badan doang! :v

              Hai, Lalaland? Apa yang terlintas dibenakmu ketika seseorang mengirimkan gambar yang .... ah, dalam tanda kutib, selain itu ekspresinya membuatmu menyimpulkan bahwa ; Oh, jadi wanita seperti itulah yang diinginkannya! Semoga aku salah. 

              Siapa pun tentu saja boleh mengagumi lawan jenisnya, lantas mengekspresikan kekaguman itu secara berlebihan. Namun, bukankah lebih baik jika hal itu melibatkan seseorang yang tidak memiliki keterikatan hati. Bahasa singkatnya, pasangan yang akibatnya FATAL. 

              Hati. Entah bagian mana yang tergores? Padahal, tak ada darah yang keluar. Namun, rasa sesak yang menghimpit rongga dada dan disertai panas tersebut sungguh nyata. Kenapa harus seperti ini sih, eskpresinya? 

              Kalau kamu dihadapkan dalam situasi seperti itu, apa yang sekiranya kamu lakukan, Lalaland? Cuek? Masa bodo? Atau berkata, mungkin wanita itu memiliki body yang keren tapi apa gunanya diperlihatkan pada pasanganmu? Bagaimana kalau kita bertukar posisi? Aku mengirimkan gambar .... Ah, sudahlah. Piciknya orang yang sedang cemburu malah dicap: ANAK KECIL YANG SUKA GEDEIN MASALAH.

              Liciknya orang dewasa yang selalu beranggapan bahwa dirinya paling benar!

              HOW DO YOU THINK A BOUT THIS PICTURE? 

              Aku tidak mau berpikir macam-macam tentang hubungan ini dan apa yang dia lakukan dibelakangku. Hal itu hanya akan menghapus kebahagiaanku saja. Jika ingat apa yang dia lakukan, rasanya kesel. Tapi aku juga tak lebih baik darinya. Ya, sudah! Impas!

              Laki-laki merupakan makluk visual. Apa yang tertangkap oleh penglihatannya, sekiranya itu menarik, fitrahnya memang demikian. Demikian NORAK sehingga lupa bagaimana menjaga perasaan pasangan. 

              Mungkin, pikirannya terlalu luas. Barangkali hatinya juga demikian sehingga sudah siap kalau suatu saat apa yang selama ini dilakukan, berbalik padanya. 

              Apa aku yang naif, atau bodoh, setiap kesalahan yang diperbuatnya, aku telan saja karena sadar bahwa manusia memang tempatnya khilaf. 

              Apa pun alasannya, sayang-sayangan dengan orang lain dibelakang pasangan itu curang, bukan? 

              Lalaland, bagaimana perasaanmu jika janji yang dibuatnya, diingkari hanya demi menemani teman wanita nonton. Sebegitu tidak berhargakah pasanganmu yang selalu ada dan berusaha membuatmu bahagia, dibiarkan kecewa demi menjaga perasaan orang lain?

              Tentang ucapan kasar, dan perlakuan buruknya saat marah, aku lupain sajalah. Meskipun ingin mengumpat. Aku ingin mencaci maki lebih dari ini. Bukan satu, atau dua kali ia membuatku sesak napas menahan emosi yang datangnya secepat mata berkedip. Tapi, aku tidak pernah ingin mencurangi atau membalas semua perbuatannya. Bukan karena sayang, atau sok baik, tetapi itu bukan wewenangku karena aku sendiri bukan orang suci.

              Apa yang dipertahankan dari suatu hubungan yang seperti ini. Jujur saja aku lelah. Aku sudah tidak sanggup berjuang mempertahankannya. Sekarang, giliran dia yang berusaha. Sayang bukan sebatas ucapan. 

              Aku tidak tahu, kenapa jadi serumit ini? Aku kehabisan waktu sia-sia. Mengutamakan orang yang tidak tahu bagaimana menjaga perasaan orang lain. 

              Apa kamu tahu bagaimana rasanya susah menghirup napas supaya udara itu masuk ke paru-paru? Jika kamu pernah melihat ikan terlempar dari aquarium, gambaran sederhananya seperti itu.



              Lalaland, ini ada beberapa kesimpulan yang aku dapat dari browsing tadi. Semoga bermanfaat untuk hubunganku kedepannya, serta bagi siapa saja yang membaca!

              ***
              • Dalam hidup berdampingan banyak sekali ungkapan rasa cinta dan sayang baik terungkap dengan kalimat maupun tingkah laku. Sering kali terjadi kesalahpahaman dengan salah satu ungkapan rasa sayang dalam tingkah laku yaitu rasa cemburu. Cemburu merupakan hal yang wajar dan sudah banyak terjadi pada setiap insan yang saling mencintai, bahkan juga akan terjadi pada seseorang yang merasa tersaingi dalam mengagumi seseorang. Yang ditakutkan apabila rasa cemburu tidak didampingi dengan pikiran positif maka dapat mengakibatkan kesalah pahaman dan menimbulkan masalah. Tidak sedikit korban kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan penyebab kecemburuan. Sangat disayangkan apabila rasa cemburu yang sebelumnya rasa cinta berubah menjadi suatu kebencian yang mendalam. Berikut beberapa cara melepaskan rasa cemburu dari dalam diri kita:

                • 1. Mencintai seseorang apa adanya

                  Dengan mencintai segala yang ada pada diri orang yang dicintai, akan menutup segala keburukan masa lampau. Mungkin pasangan Anda pernah melakukan sesuatu yang membuat Anda kecewa. Hal ini memang sulit dilakukan tetapi akan berdampak baik untuk hubungan Anda.

                • 2. Membangun sebuah kepercayaan

                  Kepercayaan sebagai pokok utama untuk kelangsungan hubungan percintaan, tanpa adanya kepercayaan hubungan tidak akan bertahan. Percayalah kepada pasangan. Beri kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan kepada Anda. Dan yang sangat baik yaitu percayalah bahwa pasangan Anda adalah yang terbaik yang Anda miliki dan memang jodoh Anda.

                • 3. Tanamkan pikiran positif

                  Tidak hanya menanamkan rasa percaya saja, pikiran positif juga ikut andil dalam hubungan percintaan. Mungkin Anda bisa dapat mengatakan percaya dengan pasangan tetapi pikiran positif akan menambah ketenangan dalam hati dan pikiran Anda. Dampak negatif dari tidak berpikir positif ialah terjadi perang batin dalam diri dan secara tidak sadar menunjukkan sebuah luapan emosi yang tidak terkontrol sehingga mengakibatkan kesalahpahaman.

                • 4. Mengingat kenangan yang positif

                  Pada saat larut dalam kekecewaan terhadap pasangan, jangan pernah mengingat hal-hal buruk yang telah terjadi karena akan menambah kekecewaan dalam hati Anda. Bayangkan kenangan indah yang pernah Anda alami bersamanya agar mempersempit ruang untuk rasa kecemburuan yang timbul, seperti Anda mungkin pernah mengalami rasa senang dan bangga memiliki dia yang dulu pernah menunjukkan rasa cintanya dan menurut Anda kejadian itu hal yang paling terindah.


                • 5. Menjalin komunikasi yang baik

                  Anda mungkin sudah tahu pentingnya komunikasi dalam hubungan percintaan, hal ini sangat berpengaruh dalam hubungan Anda karena dengan berkomunikasi yang baik akan memperkecil kesalahpahaman. Jangan selalu diam ketika ada permasalahan dan cobalah untuk berbagi dengan pasangan supaya tidak ada hal yang disembunyikan dalam hubungan Anda.

                • 6. Menanamkan kejujuran

                  Kejujuran dalam hal mengantisipasi timbulnya kecemburuan sangat diperlukan. Tidak jujur dalam segala hal akan menimbulkan rasa cemburu karena jika pernah terungkap sebuah kebohongan di dalam hubungan mengakibatkan Anda mudah berpikir negatif dan tidak ada rasa percaya kepada pasangan.

                • 7. Mengikhlaskan kejadian yang pernah terjadi

                  Hal yang paling sulit untuk dilakukan yaitu mengikhlaskan segala sesuatunya, tetapi hal ini sangat bermanfaat dalam menghilangkan rasa cemburu dalam hubungan. Keikhlasan dalam hal ini yaitu membesarkan hati dengan tidak mempermasalahkan kejadian yang telah terjadi. Maka dari itu pikiran negatif nanti akan hilang dan kepercayaan terhadap pasangan akan semakin kuat.

                  Semoga hubungan yang saya jalani, serta Anda dan pasangan dapat berjalan baik dan selalu harmonis dengan mengikuti beberapa saran dan tips yang ada di dalam artikel ini. 

                  Taipe

                  20.31

              Kamis, 23 April 2015

              Life Is Miracle

              Diposting oleh Rumah Kopi di 07.28 0 komentar


              Ketika membuka mata, kulihat segalanya baik-baik saja. Entahlah, apakah ini perasaan terbaik? 

              Yang pertama kali terlintas dipikiranku ialah, tentang rutinitas sepanjang hari yang terkadang sedikit membosankan. Tentang tugas-tugas itu yang seolah menyedot seluruh perhatian. Tentang tanggungan yang entah kapan selesainya? Tentang perselisihan kecil yang disertai caci maki tingkah dungu, mengganggu.

              Seolah hidup ini seperti rumus pasti yang jika satu ditambah satu sama dengan dua. Sama halnya kita sering berpikir bahwa manusia selalu dihadapkan dengan persoalan pelik saja. Kita sering lupa tentang hal lain yang juga merupakan bagian dari kehidupan.

              Sepagian ini, sudahkah kita, tepatnya aku bersyukur masih bisa menyesap segelas kopi kental yang tersaji dengan selembar roti panggang? 

              Mungkin, akan terasa basi ketika kutulis bahwa bersyukur adalah salah satu cara menikmati hidup. Tapi nyatanya memang demikian. 

              Bahagia bukan perkara apa yang kita inginkan dapat terwujud. Lebih dari itu jika kita bisa menerima apa yang saat ini dimiliki, belum tentu orang lain mendapat kesempatan serupa.

              Jadi begini. Kuberikan gambaran kecil yang sering terjadi. Setiap saat ketika kita berselisih dengan pasangan, rasa sebal luar biasa enggan pergi meskipun sudah lebih dari satu atau dua hari. Kita terlalu fokus dengan sifat dan juga sikapnya yang membuat feeling menjadi buruk seketika. Lantas, kita menyikapinya dengan kelakuan yang serupa. Pernahkah kita berpikir, dengan demikian kita ini tak lebih baik dari pasangan yang digadang-gadang sering menyulut pertengkaran? Pernahkah kita mencoba untuk sedikit melunak, supaya segalanya menjadi lebih baik. Pernahkah terlintas dibenak, jika besi dilalap api hasilnya adalah bara panas.

              Mengalah bukan berarti kalah. Lebih dari itu, mengalah berarti kemenangan kecil atas emosi yang telah menguasai hati. Mengalah berarti memberi kesempatan bagi kita untuk membuka pintu supaya angin segar mampu memadamkan bara api tersebut.

              Aku pikir, tidak bijak menyalahkan orang lain atas setiap ketidaknyamanan. Jika hidup hanyalah putaran waktu, bukankah apa yang kita dapati hari ini merupakan investasi dari tempo hari? 

              Cobalah meraba kembali. Ia yang kau gadang-gadang selalu menghadirkan percikan pertikaian, bukankah ia juga yang senantiasa menghadirkan keceriaan serta serentetan gelak tawa di hari-harimu yang tengik itu? Ia yang kau anggap menyebalkan, apakah jika ia tiba-tiba menghilang senyum bahagiamu masih menghiasi bibirmu. Ia yang selalu meributkan semua hal, bukankah ia juga yang selalu khawatir akan keadaanmu?

              Coba renungkan hal apa yang sekiranya sudah kita berikan pada pasangan sehingga kita menginginkan hal-hal terbaik saja darinya dan membenci tingkah buruknya yang merupakan sisi lain manusia.

              KISAH SETITIK TERANG DIBALIK SETIAP KESULITAN


              Suatu kala, ada seorang yang cukup terkenal akan kepintarannya dalam membantu orang mengatasi masalah. Meskipun usianya sudah cukup tua, namun kebijaksanaannya luar biasa luas. Karena itulah, orang berbondong-bondong ingin bertemu dengannya dengan harapan agar masalah mereka bisa diselesaikan.

              Setiap hari, ada saja orang yang datang bertemu dengannya. Mereka sangat mengharapkan jawaban yang kiranya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang mereka hadapi. Dan hebatnya, rata-rata dari mereka puas akan jawaban yang diberikan. Tidak heran, kepiawaiannya dalam mengatasi masalah membuat namanya begitu tersohor.

              Suatu hari, seorang pemuda mendengar pembicaraan orang-orang di sekitar yang bercerita tentang orang tua tersebut. Ia pun menjadi penasaran dan berusaha mencari tahu keberadaannya. Ia juga ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu yang sedang mengganjal di hatinya dan ia masih belum mendapatkan jawaban. Ia berharap mendapatkan jawaban dari orang tua tersebut.

              Setelah berhasil mendapatkan lokasi tempat tinggal orang tua itu, ia bergegas menuju ke sana. Tempat tinggal orang tua tersebut dari luar terlihat sangat luas bagai istana.

              Setelah masuk ke dalam rumah, ia akhirnya bertemu dengan orang tua bijaksana tersebut. Ia bertanya, "Apakah Anda orang yang terkenal yang sering dibicarakan orang-orang mampu mengatasi berbagai masalah?"

              Orang tua itu menjawab dengan rendah hati, "Ah, orang-orang terlalu melebih-lebihkan. Saya hanya berusaha sebaik mungkin membantu mereka. Ada yang bisa saya bantu, anak muda? Kalau memang memungkinkan, saya akan membantu kamu dengan senang hati."

              "Mudah saja. Saya hanya ingin tahu apa rahasia hidup bahagia? Sampai saat ini saya masih belum menemukan jawabannya. Jika Anda mampu memberi jawaban yang memuaskan, saya akan memberi hormat dan dua jempol kepada Anda serta menceritakan kehebatan Anda pada orang-orang," balas pemuda itu.

              Orang tua itu berkata, "Saya tidak bisa menjawab sekarang."

              Pemuda itu merengut, berkata, "Kenapa? Apakah Anda juga tidak tahu jawabannya?"

              "Bukan tidak bisa. Saya ada sedikit urusan mendadak," balas orang tua itu. Setelah berpikir sebentar, ia melanjutkan, "Begini saja, kamu tunggu sebentar."

              Orang tua itu pergi ke ruangan lain mengambil sesuatu. Sesaat kemudian, ia kembali dengan membawa sebuah sendok dan sebotol tinta. Sambil menuangkan tinta ke sendok, ia berkata, "Saya ada urusan yang harus diselesaikan. Tidak lama, hanya setengah jam. Selagi menunggu, saya ingin kamu berjalan dan melihat-lihat keindahan rumah dan halaman di luar sambil membawa sendok ini."

              "Untuk apa?" tanya pemuda itu dengan penasaran.

              "Sudah, jangan banyak tanya. Lakukan saja. Saya akan kembali setengah jam lagi," kata orang tua itu seraya menyodorkan sendok pada pemuda itu dan kemudian pergi.

              Setengah jam berlalu, dan orang tua bijak itu pun kembali dan segera menemui pemuda itu.

              Ia bertanya pada pemuda itu, "Kamu sudah mengelilingi seisi rumah dan halaman di luar?"

              Pemuda itu menganggukkan kepala sambil berkata, "Sudah."

              Orang tua itu lanjut bertanya, "Kalau begitu, apa yang sudah kamu lihat? Tolong beritahu saya."

              Pemuda itu hanya diam tanpa menjawab.

              Orang tua itu bertanya lagi, "Kenapa diam? Rumah dan halaman begitu luas, banyak sekali yang bisa dilihat. Apa saja yang telah kamu lihat?"

              Pemuda itu mulai bicara, "Saya tidak melihat apa pun. Kalau pun melihat, itu hanya sekilas saja. Saya tidak bisa ingat sepenuhnya."

              "Mengapa bisa begitu?" tanya orang tua itu.

              Sang pemuda dengan malu menjawab, "Karena saat berjalan, saya terus memperhatikan sendok ini, takut tinta jatuh dan mengotori rumah Anda."

              Dengan senyum, orang tua bijak itu berseru, "Nah, itulah jawaban yang kamu cari-cari selama ini. Kamu telah mengorbankan keindahan rumah yang seharusnya bisa kamu nikmati hanya untuk memerhatikan sendok berisi tinta ini. Karena terus mengkhawatirkan tinta ini, kamu tidak sempat melihat rumah dan halaman yang begitu indah. Rumah ini ada begitu banyak patung, ukiran, lukisan, hiasan dan ornamen yang cantik. Begitu juga dengan halaman rumah yang berhiaskan bunga-bunga warna-warni yang bermekaran. Kamu tidak bisa melihatnya karena kamu terus melihat sendok ini."

              Ia melanjutkan, "Jika kamu selalu melihat kejelekan di balik tumpukan keindahan, hidup kamu akan dipenuhi penderitaan dan kesengsaraan. Sebaliknya, jika kamu selalu mampu melihat keindahan di balik tumpukan kejelekan, maka hidup kamu akan lebih indah. Itulah rahasia dari kebahagiaan. Apakah sekarang sudah mengerti, anak muda?"

              Pemuda itu benar-benar salut atas kebijaksaan dari orang tua itu. Ia sungguh puas dengan jawabannya. Akhirnya ia menemukan jawaban yang selama ini ia cari. Sebelum pergi, ia menepati janjinya dengan memberi hormat dan dua jempol kepada orang tua tersebut.

              RENUNGAN : Dalam hidup ini, alangkah baiknya kita tidak menjerumuskan diri kita ke dalam keterpurukan. Selalu ada hal positif yang bisa kita ambil. Jangan mengorbankan keindahan hidup hanya untuk melihat sisi jeleknya. Jadilah orang yang senantiasa melihat setitik terang di dalam gelap.

               

              Rumah Kopi Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting