Ketika orang membayangkan seorang "penulis", mungkin akan terbayang seorang jenius yang menyendiri di ruangan penuh dengan kertas berserakan di mana-mana sambil berfokus menulis atau mengetik di depan layar komputer tentang karya tulis terbesar selanjutnya.
Sesungguhnya, menulis adalah jauh lebih luas daripada bayangan di atas. Menulis adalah menuangkan pemikiran ke dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu, semua orang adalah penulis, bahkan jika kita tidak berbakat menciptakan kata-kata mutiara atau bait berima.
Banyak tokoh sukses dunia memanfaatkan menulis untuk mengarahkan pikiran dan tujuan hidup mereka serta untuk mengevaluasi apa yang sudah mereka capai dalam hidup. Warren Buffet menjelaskan bagaimana menulis adalah cara penting untuk menyempurnakan apa yang dia pikirkan. Sedangkan Bill Gates menyatakan bahwa menulis adalah kegiatan harian yang dia lakukan agar dapat duduk dan mengevaluasi apa yang dia alami sepanjang hari.
Dalam hal ini, menulis dapat digunakan sebagai instrumen untuk berpikir, berekspresi, dan mendorong kreativitas. Untuk lebih meyakinkan Anda, berikut adalah beberapa manfaat dari menulis menurut artikel The Psychological Benefits of Writing oleh Gregory Ciotti:
Menulis membuat Anda merasa lebih bahagia
Apabila Anda tidak tahu cara mulai menulis, cobalah dengan memikirkan dan menulis apa saja yang ingin Anda capai dalam hidup. Ini adalah kegiatan yang terbukti bermanfaat untuk memotivasi Anda. Menulis secara ekspresif dapat membantu meningkatkan mood dan well-being Anda serta mengurangi stres jika dilakukan secara teratur. Menulis tentang mencapai impian masa depan dapat membuat orang merasa lebih bahagia dan sehat. Selain itu, menulis tentang berkat-berkat dan keberhasilan yang telah Anda capai juga dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan dengan lebih menyadari hal-hal baik yang telah Anda terima dan rasakan selama hidup Anda.
Menulis dapat membantu Anda merasa bersyukur
Menghitung berkat-berkat yang telah Anda terima terbukti mampu meningkatkan pandangan hidup. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang merefleksikan hal-hal baik dalam kehidupan mereka secara tertulis sekali seminggu menjadi lebih positif dan termovitasi tentang situasi masa kini dan masa depan mereka. Namun, ketika mereka melakukan hal ini setiap hari, manfaat yang dirasakan berkurang. Kuncinya adalah melakukan secara teratur namun tidak setiap hari untuk menghilangkan kebosanan dan ketidakjujuran.
Menulis membantu dalam menghadapi masa-masa sulit
Menulis tentang masa-masa sulit atau peristiwa traumatis dapat membuat orang merasa lebih depresi, hingga sekitar enam bulan kemudian, baru terasa manfaat emosionalnya. Pemilihan waktu yang tepat untuk menulis sangat berdampak penting bagi pemulihan dari masa-masa sulit. Memaksakan diri untuk menulis dapat memperparah keadaan, tetapi jika Anda menulis tanpa paksaan dan atas kehendak sendiri, manfaatnya akan sangat membantu dalam pemulihan trauma.
Menulis meningkatkan cara berpikir dan berkomunikasi
Kurangnya perbendaharaan kata dapat menyebabkan kesulitan dalam mengekspresikan perasaan, berbagi pengalaman, dan berkomunikasi dengan orang lain. Menulis dapat membantu mencegah penggunaan kata-kata yang kurang efektif mengekspresikan apa yang sebenarnya ingin Anda ungkapkan. Baik dalam kecerdasan emosi maupun dalam kecerdasan ilmu pengetahuan (bahkan matematika), menulis telah terbukti membantu orang menyampaikan gagasan yang sangat kompleks dengan jelas dan sistematis.
Menulis mengasah ketajaman otak Anda
Menulis adalah mengolahragakan otak Anda. Sama seperti olahraga jasmani, menulis dapat menjaga "kebugaran" alias ketajaman otak Anda. Menulis dapat membantu memastikan Anda terus berpikir secara teratur.
Menulis membantu Anda berfokus
Pernahkah Anda membuka terlalu banyakInternet tabs? Itu sangat mengganggu fokus Anda. Bagaimana dengan terlalu banyak memikirkan banyak hal? Ini sering kali menyebabkan orang berusaha menangani terlalu banyak hal pada saat yang bersamaan. Menulis membantu Anda berfokus pada satu hal sementara mencatat hal-hal yang akan Anda lakukan nanti. Pastikan Anda mencatatnya di buku catatan khusus yang selalu Anda bawa setiap saat. Dengan berfokus pada satu hal saja dan membuat rencana tertulis, Anda akan mengurangi stres dan beban pikiran Anda.
Menulis membuat Anda ingin belajar lebih
Menulis sering kali membuat Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang berbagai macam hal, apalagi ketika Anda ingin membagikan karya tulis Anda, baik kepada keturunan Anda maupun kepada masyarakat umum. Menulis dapat memancing keingintahuan Anda dan memacu semangat mencari lebih banyak informasi, inspirasi, dan wawasan. Misalnya, ketika Anda mendengar wejangan dari acara motivasi di televisi atau catchprase di iklan radio, Anda ingin segera mencatatnya agar tidak lupa. Atau mungkin Anda mendengar sebuah topik yang menarik perhatian dan memotivasi Anda untuk meneliti lebih lanjut, misalnya bagaimana perbudakan berakhir di Amerika Serikat atau bagaimana emansipasi wanita terjadi di Indonesia.
Baik mencatat momen terilhami sederhana dalam sebuah buku harian maupun menuangkan segala pemikiran dan pengetahuan Anda dalam sebuah karya tulis ilmiah, pastikan Anda menikmati proses menulis dan melakukannya secara teratur. Selamat menulis!
Taipe 12 Maret
Kamis, 12 Maret 2015
Let's be a better with write something
Rabu, 11 Maret 2015
AKU BAIK-BAIK SAJA!
RAIN AT A MORNING
Dear, My Lalaland. Apa kabar? Basa basinya cukup begitu aja, ya! Soalnya udah banyak uneg-uneg yang menumpuk di hatiku.
Lalaland, ”Tak ada kata terlambat untuk belajar,” kata pepatah sih, begitu! Masalahnya selalu saja terbentur oleh rasa malas. Bahkan akhir-akhir ini sering ngrasa aneh. Nggak jelas, deh! Kalau lagi pengen nulis, malah pegang buku--membaca. Kalau lagi mau konsen membaca, tiba-tiba gatel pengen nulis. Nggak konsisten! Yap! Bener banget. Seperti itulah diriku saat ini. Semua orang memiliki rasa malas. Itu sih, tergantung diri sendiri bagaimana mengatasinya. Aku tahu aku salah. Sayangnya aku tak segera bertindak memperbaikinya.
Ah, entahlah! Mau jadi apa aku ini!
Lalaland, ada hal lain yang ingin kusampaikan padamu. Mendekatlah sini. Aku ... Aku ini siapa? Eh, maksudku aku tahu diriku manusia biasa. Bukan Malaikat atau Santa Claus yang konon bisa menebar kebahagiaan. Namun begitu, sebagai manusia biasa hatiku tak bisa diam saja jika ada seseorang yang sedang dilanda kesusahan. Cobaan. Apa pun bentuknya. Aku ingin menjadi tangan-tangan yang mampu menopang, mengangkat, mencerabut ketidaknyamanan yang tengah dialami mereka. Tapi, sekali lagi aku sadar aku manusia--memiliki keterbatasan yang luar biasa. Ingin tapi tidak bisa. Membebaskan mereka dari beban hidup, satu persatu, aku belum mampu.
“Bahagiakan orang lain maka kau akan bahagia karenanya.”
Entahlah darimana kutipan itu berasal. Yang jelas, kalimat itu sudah melekat dan akrab sekali denganku. Rasa ingin memberi, membagiakan, terlalu peka itu membuatku mudah sekali terpedaya. Aku memang gampang percaya pada sesiapa. Itu nggak baik. Tapi, bagiku selepas aku memiliki niat baik yang tulus, tentang bagaimana mereka menaggapinya, itu sih nggak penting. Mereka boleh saja menipuku. Atau menganggapku sok lugu. Yang jelas aku bukan ingin dipuji karena mereka terharu atas persembahanku. Aku menempatkan diri pada siapa pun yang sedang tidak beruntung itu. Bukankah lebih baik membantu dari pada dibantu. Filosofinya ialah, berarti aku lebih beruntung dari orang yang memerlukan pertolongan itu. Berbagi sedikit apa yang kumiliki. Itu saja.
Rasa sakit.
Berdamailah dengannya. Rasa sakit itu karena percayalah hal tersebut tak berlangsung lama. Dulu, aku rajin sekali merutuki nasibku yang sering jatuh sakit. Langganan kayaknya. Lama kelamaan semua menjadi biasa bagiku. Aku percaya bahwa Tuhan, melalui rasa sakit yang kualami tersebut telah mengirimkan penyeimbang dari hal-hal luar biasa yang telah aku dapati. Singkat kata, rasa sakit merupakan penyeimbang segalanya. Dengan merasakan sakit, maka aku akan lebih mensyukiri nikmat berupa hal sederhana.
Mengerikan ya, tergolek sendirian, merintih-rintih kesakitan, lalu akhirnya ketiduran. Mau bagaimana lagi? Ini kan resiko dari apa yang menjadi pilihan hidupku. Sakit, sehat, sedih, dan senang, adalah biasa. Kalau nggak pengen ngalami hal itu ya, jangan hidup.
Untunglah semalam nggak sampe muntah. Pagi ini tinggal lemes doang. Semoga lekas pulih dan bisa kembali beraktivitas.
Oh, iya, Lalaland. Apa kabar dengan hatinya? Apa jauh lebih damai sekarang? Entahlah ya, kuharap begitu!
Apa kautahu? Ada beberapa hal tentang suatu kesalahan yang dilakukan orang lain itu, harusnya diingatkan supaya kelak nggak akan kembali melakukan. Tetapi seharusnya dengan cara yang baik sih! MENGINGATKAN JANGAN SAMPAI MELUKAI. Sayangnya, aku sering lepas kontrol ketika emosi.
Lalaland, akutahu, ucapan atau triakan kasar yang terjadi saat emosi, sesungguhnya bisa mematikan ikatan antara dua hati. Aku begitu menghindari hal itu. Namun entahlah, akhir-akhir ini aku lepas kontrol. Aku tahu aku yang salah. Tapi penyesalanku nggak akan mengembalikan waktu.
Maafin, Mutt, ya, Mass. Jika Mut nggak bisa membuat Mase damai, pergilah. Mungkin di luar ada dan tentu ada yang lebih baik dariku. Sebenarnya aku bisa melakukan apa saja, yang sulit bagiku adalah mengendalikan emosi. Aku takut menyakitimu lebih dari ini. Aku sayang sama Mase, tapi cintaku selalu melukai orang yang aku sayangi.
Tanyakan pada hatimu, seberapa berartinya aku dihidupmu? Jika kamu nggak bahagia denganku, pergilah. Jika kamu menginginkanmu selalu bersama sampai kita benar-benar menjadi manusia dewasa yang baik, dan kamu bisa menerima kekuranganku, tentu saja aku bersedia menghabiskan sisa hidupku bersamamu.
Taipe, 11 Maret
Sabtu, 07 Maret 2015
SESUATU TENTANG PAGI INI
Ketika aku membuka mata kulihat segalanya baik-baik saja. Berpikir tentang hal sederhana agar hidupku menjadi lebih baik.
Lalaland, Tuhan selalu baik. Ketika Dia mengambil seseorang itu, segera Dia menggantikannya dengan orang baru. Bahkan lebih hebat.
Dia bukan sosok sederhana. Dia pribadi yang emm ... Sulit dijelaskan. Aku pernah berpikir, dia sangat menikmati hidupnya. Seleranya tinggi. Wawasan dan pengalamannya luas. Usianya terpaut beberapa tahun diatasku. Dia humoris. Kadang bercandanya membuatku kesal. Tetap saja itu menyenangkan. Dihadapannya, sungguh aku tidak memiliki kesempatan untuk merajuk. Marah. Lebay. Dia mampu membuatku takluk. Dalam artian, sekali dia berucap aku lekas mematuhinya. Dia seseorang yang sangat perhatian. Pengertian. Tapi, moody. Oh, tidak! Ini PR terberat yang harus aku selesaikan. Aku juga moody. Dan bagaimana jadinya jika kami berdua berada dalam titik itu.
Manusia tidak akan pernah mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kehendaknya. Tetapi manusia bisa mengupayakan sesuatu dengan belajar menerima.
Ayolah! Jalani saja dulu. Kali ini aku tidak berani berharap banyak. Biarkan saja semuanya mengalir seperti air yang pasti akan bermuara nantinya. Aku tidak mampu membatasi seberapa besarkah aku menaruh hati padanya? Tetapi aku harus bisa mengedalikan sikapku yang tidak perlu selalu tergantung padanya.
Aku harus terus bersemangat!
Laland, perjalananku masih panjang. Menyelesaikan kuliah. Membahagiakan orangtua. Menabung. Sementara tujuan hidupku hanya itu. Tentang pendampingku kelak, aku pasrahkan pada Dzat Yang Maha membolak balikkan hati.
Hidup ini keras! Nggak ada yang gratis di dunia ini. Segala hal harus diupayakan secara maksimal. Tanpa harus membabani orang lain. Setidaknya itu lah salah satu bentuk kedewasaan. Dewasa berarti bertanggung jawab atas kelangsungan hidup. Mengupayakan sampai maksimal supaya bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Untuk itu, perlu kerja keras. Ketekunan. Dan nggak boleh ketinggalan adalah pantang menyerah. Mengeluh sih, boleh saja! Secara sebagai manusia, aku juga pasti memiliki keterbatasan. Nggak terkecuali semangat. Tapi juga harus diingat. Nggak semua orang memiliki kesempatan untuk mengejar mimpi-mimpinya.
Bahagia. Kebahagiaan itu bukan yang selalu dalam bentuk mewah. Indah. Tetapi, bahagia bisa tercipta dari hal kecil di sekeliling. Terkadang lupa bagaimana berterima kasih pada Robb-ku sehingga selalu merasa kurang dan kurang.
Kebahagiaan itu letaknya di hati. Dia muncul atau tenggelam lantaran diri sendiri yang mengupayakan. Apa sih, yang telah diperbuat orang lain untukku? Nggak ada yang istimewa. Mereka berbicara seperti bapak-ibu berbicara padaku. Orang-orang itu memberikan perhatian, layaknya perhatian yang bapak-ibu berikan padaku. Kurang lebih begitu. Bedanya intensitasnya lebih banyak. Dan aku menerimanya dengan hati senang.
Mudah sekali menyalahkan orang lain, ya! Ini karena aku mencari-cari pelampiasan atas kekecewaan. Aku lupa kalau rentetan kejadian tersebut sudah ada yang mengatur. Allah penentu segalanya. Terlepas aku sendiri sudah mengupayakan kebaikan. Melakukan apa yang menjadi tugasku sepenuh hati, jika akhirnya seperti ini pasti Allah memiliki rencana lain. Yang terbaik. Harus berpikir positip.
Oh, iya. Lagipula jika pekerjaanku berkurang, setidaknya ada banyak waktu untuk belajar. Kuliahku harus selesai. Ini bukan untuk orang lain. Melainkan demi kepuasaanku sendiri. Bertambahnya ilmu harusnya kelak aku lebih pandai membawa diri.
Lalaland .... Kembali bicara soal perasaan.
Nggak ada cinta tanpa air mata. Bukankah kautahu hal itu? Cinta itu pengorbanan. Pengabdian. Kesabaran. Tindakan. Pokoknya begitulah. Aku nggak ingin kehidupan percintaanku mengacaukan semua-muanya. Tujuanku bukan itu saja. Harusnya lebih menyadari hal ini: karena aku sudah mendapatkan cinta yang benar-benar kuinginkan, cinta itu seharusnya mampu mengantarkanku pada tujuan memperbaiki keadaan--mempersiapkan masa depan. Ya, harusnya begitu.
Lalaland ...
Jika aku bisa membuang jauh segala resah ini, akan kulakukan dari dulu. Apa? Kaupikir aku nyaman dengan hal ini? Pribadi sensi itu nggak selamanya buruk, sih. Tetapi masalahnya segala hal yang berlebihan itu memuakkan. Aku tersiksa oleh perasaanku sendiri. Aku menderita oleh hal-hal negatip yang rajin bertandang ke alam bawah sadarku. Aku bertindak menggunakan emosi, Lalaland ....
Jika ada kalimat seperti ini: TAK TERASA, LUKA ITU HILANG DENGAN SENDIRINYA. Aku kurang setuju dengan hal itu. Bagaimana mungkin luka bisa hilang dengan sendirinya? Pasti ada upaya dari si empunya raga yang berusaha memahami bahwa duka lara memang bagian dari kehidupan. Atas dasar pemahaman itu, lalu mengolahnya sedemikian agar duka nggak menjadi penghalang untuk terus bertindak demi terciptanya impian. Jangan sampai luka-luka itu menganak pinak menjadi titik di mana keinginan menyerah akhirnya muncul. Waktu yang membantuku memulihkan goresan-goresan tersebut. Sayatan yang nggak terlihat namun sakitnya membuatku sekarat. Kenapa? Karena aku memang berlebihan. Maksudku, rajin membesar-besarkan masalah yang sebenarnya biasa saja.
Menurutku, waktu memang obat mujarab penyembuh segala luka. Semangat merupakan infus yang menggelontor kekuatan--bagaimana pun keadaannya aku bisa bertahan. Impian-impian yang menumpuk itu tak lain memiliki peran sebagi motorik yang menuntun langkah membelah jalan masa depan.
Nggak bisa dihindari, memang. Jatuh-bangun itu bagian dari hidup. Masalahnya ketika terjatuh sudahkah Anda [aku] berhenti sejenak untuk berpikir, bagaimaa aku bisa jatuh, tadi? Apa yang membuatku terjatuh? Hal apa yang harus aku lakukan supaya nggak kembali jatuh? Selama ini seringnya aku menyalahkan orang lain atas kesialan yang kuterima. Benar-benar lupa bahwa apa yang aku dapati hari ini, adalah investasi dari tempo hari. Bahwa cerita yang terjadi dalam hidupku terus berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya.
Berpikir tentang hal sederhana yang bisa membuat hidupku jadi bermakna. Aku bahagia pagi ini. Terima kasih ya, Allah. Tidak akan kunistakan nikmat yang telah Kauberikan. Aamiin.
Taipe, 7 Maret 2015
Dear, Tante!
Masih sama. Pagi ini ketika membuka mata kulihat segalanya baik-baik saja. Fenomena alam bergerak seperti hari-hari sebelumnya. Kekhawatiran itu sebenarnya hanya buah pikiran atas ketidak percayaan diri sendiri dengan apa yang telah dilakukan. Itu suatu kesalahan karena dengan begitu aku tidak lekas beranjak dari tempatku berdiri. Mematung mengingat kembali, merenungkan hal yang telah terjadi, memikirkan apa yang telah berlalu, memang tidak ada salahnya tetapi tidak boleh memberi porsi (waktu) terlalu besar.
Pagi ini dan beberapa jam berikutnya, aku harus bisa mengendalikan diriku untuk mematuhi apa yang telah kurancang sebelumnya. Iya, berhenti melakukan hal yang tidak penting. Masa depanku terletak pada apa yang aku lakukan hari ini. Kebahagiaanku ada pada diriku sendiri. Mereka semua hanya figuran yang seharusnya tidak bisa mempengaruhi suasana hati.
Terlepas dari itu, aku sempat berpikir kenapa jika semua hal sudah diatur oleh Tuhan, manusia harus bersusah payah memperjuangkan kehidupan? Lalu aku juga berpikir, kenapa ada kelompok manusia yang dari lahir sampai meninggal, mereka hidup dengan serba kecukupan? Dan kenapa pula ada kelompok manusia yang berjuang sejak lama tetapi tidak kunjung memperoleh apa yang diinginkan?
Jika berpikir seperti ini, apakah aku berdosa dan meragukan keadilanMu, Tuhan?
Pada dasarnya semua orang egois. Fakta. Coba saja lihat sekitar. Bukankah jika tidak mendatangkan keuntungan, kesenangan, dan apalah itu maka akan ditinggal. Yang seperti ini bisa jadi seumur hidup mereka belum pernah merasakan bahagia. Maka dia tidak mau bersusah payah mengambil mutiara yang tertanam dalam lumpur. Alam adalah tempat belajar yang tidak akan pernah kehabisan materi menyajikan bagaimana seharusnya menjadi manusia yang memanusiakan manusia lainnya.
Aku tidak bisa menyuruh orang memaklumi keadaanku sebab setiap manusia pasti menanggung beban dalam hidupnya. Besar atau kecil masalah yang dihadapi, tidaklah penting. Maka dari itu seberapa kuat aku menggenggam masalahku, memikirkan solusinya supaya tidak ada yang tahu kalau sebenarnya aku sekarat, misalnya.
Baiklah. Jika begitu, aku harus memaklumi diri sendiri untuk lebih berhati-hati supaya hati dan pikiranku tidak terkontaminasi dengan hal buruk sehingga dengan mudahnya mengeluh, menyerah, dan jatuh.
Laland, yang membuat jarak antara manusia adalah uang. Ketika membicarakan masalah uang, maka bukan tidak mungkin hal sensitif menyulut perselisihan akan muncul.
Percaya atau tidak bahwa yang menciptakan jarak antara manusia adalah uang? Coba sejenak renungkan, apa yang membuat kita terdampar di negeri orang? Apa yang memisahkan anak dari orangtua? Apa yang memisahkan suami dari istri, dan sebagainya? Apa yang menyeretku sampai ke sini! UANG))
Semua juga tahu kalau manusia memang makluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Ketika aku harus pura-pura bahagia di depan orang lain, tentu itu bisa mudah kulakukan. Tetapi sayangnya, belum ada manusia yang berhasil memanipulasi hatinya sendiri. Termasuk aku. Suatu waktu saat bersama sahabat, pasangan, saudara, aku bisa tertawa terbahak. Namun, ketika sendiri hati dan pikiran kembali mencumbui luka yang berserak.
Luka itu bukan berarti masalah pribasi, Lalaland. Baiklah akan kuceritakan hal ini. Jauh di sana, kehidupan keluarga om dan tante sedang jatuh dalam hal ekonomi. Itu wajar, memang. Yang aku pikirkan bagaimana keadaan keponakan2 itu? Apalagi anak yang sudah menginjak 15 tahun tersebut. Di mana perkembangan mentalnya sedang tumbuh. Beberapa saat yang lalu, kemana pun pergi selalu diantar jemput pakai mobil mewah. Bahkan diusianya yang belum genap 17 itu, dia sudah mahir menyetir mobil. Sekarang, sekadar membelikannya pulsa saja, barangkali orangtuanya tidak mampu. Katanya, dia menyisihkan uang sakunya untuk biaya perjalanan ke Malang. Dan itu membuatku sedih.
Dia anak laki-laki penurut. Beda dengan kebayakan anak seusianya. Seharusnya tak ada yang kukhawatirkan. Aku cukup membantu saat dia membutuhkan. Yang membuatku sedih, bagaimana perasaanya menghadapi tatapan sinis teman-temannya yang mengetahui bahwa usaha ayahnya, jatuh? Bahkan mungkin, dia adalah saksi saat para nasabah yang mempercayakan tabungannya di tempat orangtuanya itu, hendak menarik saldo dan ketika tidak ada dana mereka mengamuk, mengancam, merusak apa saja yang ada di rumahnya.
Ah, Tuhan kan profesor, pembuat skenario, sekaligus sutradara yang tercanggih. Ketika Dia merancang sesuatu, pasti sudah ada solusinya. Ketika Tuhan menaruh sebuah kotak kebahagiaan di suatu tempat nan jauh, pastilah saat itu juga Tuhan menyediakan jalan supaya mausia bisa melangkah ke sana. Dan tentu saja jalan itu tidak selamanya lurus. Bahkan tidak semua orang berhasil menemukan jalan itu.
Semoga Rizky kuat. Semoga anak itu sanggup melewati masa sulit seperti belasan tahun lalu, saat harus berulang kali masuk rumahsakit.
Saat seperti ini, kenapa pula tante malah berniat pergi meninggalkan suaminya? Dulu, ketika kehidupan begitu memanjakan mereka, bukankah tante juga menikmatinya. Dan aku pikir, atas apa yang terjadi dengan jatuhnya usaha si om, tante ikut andil di dalamnya. Aku ingin marah saja, ingin mengumpat, tapi itu pilihan tante. Ingin rasanya aku tidak peduli dan pura-pura tidak tahu saja, namun begitu mereka bagian dari keluargaku.
Bukannya aku tidak mau mendekatimu, menjadi tempat curhat, mendengarkan keluh kesah, Tante. Tapi aku malas, bahkan benci pada orang yang selalu menganggap kematian adalah jalan terbaik menyelesaikan masalah. Tiap kali bercerita, pasti bilangnya ingin mati. Duh! Aku muak sumpah! Tante lupa bahwa dia bukan satu-satunya wanita yang memiliki masalah. Dia bukan satu-satunya ibu dan istri yang hidup tertekan kini.
Ayolah, kenapa tidak melihat keadaanku dulu. Yang hampir mati dipukuli orang. Yang tubuhnya penuh luka memar. Yang selama 300 hari menikmati ngilunya luka-luka baru. Bahkan polisi saja tidak bisa membebaskanku dari penderitaanku itu. Apa tante lupa bahwa keponakanmu ini juga pernah hancur. Apa tante tidak ingat, saat gadis lain bahagia dengan kehidupannya, sementara aku harus menanggung beban seumur hidup karena laki-laki itu? Apa tante tidak ingat bukan hanya hatiku yang remuk, tapi aku juga masih harus mengembalikan uang puluhan juta yang dia pinjam di kantormu, kan? Motorku ikut dibawa kabur juga, kan?
Tapi, aku masih kuat. Dan tidak pernah berniat menghancurkan hidupku meski aku sempat depresi, Tan! Aku tidak punya cita-cita bunuh diri. Aku masih dan terus merangkak sampai sperti yang kamu lihat saat ini. Ini adalah sisa masa lalu yang berhasil aku lalui.
Ayolah, tak ada hal yang tak berujung. Jangan melakukan sesuatu yang akan kamu sesali dikemudian hari, Tan. Hidup itu akan terus berjalan berkesinambungan. Setidaknya, lihat anak-anakmu. Yang kuat. Yang kuat. Yang kuat. Jangan menyerah!!!
Aku cukup senang melihat mereka hidup mewah, dulu. Meski aku tidak ikut menikmati hal itu. Dan sekarang, aku ikut-ikutan menaggung beban mental maupun finansial karena mau tak mau merelakan tabunganku di tempatnya, diganti dengan rumah dan tanah yang sialnya aku masih butuh puluhan juta untuk melunasi.
-_-
9 Maret
Rabu, 11 Februari 2015
FEBRUARI 2015
#Lomba Menulis Cerpen Ultah Ke-2 KAMPUS FIKSI @KampusFiksi @divapress01 @edi_akhiles deadline 14 Pebruari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-cerpen-u…
#Lomba Menulis Surat Untuk @Stiletto_Book Berhadiah Uang Tunai dan Merchandise Deadline 16 Februari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-surat-un…
#Lomba Menulis Puisi Tema Cinta dan Air Mata Deadline 24 Februari 2015. info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-puisi-te…
#Lomba Menulis Puisi Hadiah Uang Tunai Jutaan - FAM Indonesia deadline 20 Februari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-puisi-ha…
#Lomba Menulis Blog Hadiah Uang Tunai - Dealoka Blog Contest @DealokaID Deadline 20 Februari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-blog-ber…
#Lomba Menulis Puisi Tema Keindahan Alam @rasibook Deadline 22 Februari 2015. Info: infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-puisi-tema-kein…
#Lomba menulis cerpen, esai, news presenter, fotografi, & karikatur - @gentaandalas Deadline 25 Februari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-cerpen-e…
#Lomba Menulis Artikel, Cerpen, Opini, di Website guru-menulis dot com deadline 25 Februari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-artikel-…
#Lomba Menulis Cerpen Berhadiah Uang Tunai Total 1,5 Juta @PenerbitDins deadline 27 Februari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-cerpen-b…
#Lomba Menulis Puisi MUARA PELANGI - Kalimaya Publishing deadline 27 Februari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-puisi-mu…
#Lomba Menulis Cerpen, Puisi, dan Esai Untuk Bunda Hadiah Galaxy S5 deadline 28 Februari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-cerpen-p…
#Lomba Menulis Cerpen dan Feature Tentang Alzheimer deadline 28 Februari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-cerpen-d…
#Lomba Menulis Puisi Nasional Tema “GRAVITASI” @dastamedia deadline 28 Februari 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-puisi-na…
MARET 2015
#Lomba Menulis Kisah Nyata Aku&Kisah #KetikaMasGagahPergi @sahabatmasgagah @ilmkmgp @kmgpkita DL 1 maret 2015. Info: http://t.co/GUQfXue7O7
#Lomba Menulis Blog Berhadiah Uang Tunai Jutaan Rupiah @kebangsaanORG @teesIndonesia Deadline 6 maret 2015 Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-blog-ber…
#Lomba Menulis Puisi "Belajar Pada Semut" - KakaYe Publishing Deadline 7 maret 2015 Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-puisi-be… PJ: @kky_p
#Lomba Menulis Cerpen Tema SURAT - Infinite Publisher Deadline 8 maret 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-cerpen-t…
#Lomba Menulis cerpen dan Novel Hadiah uang Tunai Jutaan @sakha_press Deadline 10 maret 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-cerpen-d…
#Lomba Menulis Artikel Kecantikan Hadiah Uang Tunai dan Piagam @mitrakosmetik deadline 21 Maret 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-artikel-…
#Lomba Menulis Naskah Buku Serial Dar! Mizan - Kecil-Kecil Jadi Detektif @DARMizan Deadline 27 maret 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-naskah-b…
#Lomba Menulis Novel Sastra Berhadiah Kontrak Penerbitan - @provocartive deadline 31 Maret 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-novel-sa…
APRIL 2015
#Lomba Menulis Blog @wisata_lokal , hadiah handphone & tiket nonton deadline 4 april 2015. info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-blog-wis…
#Lomba Menulis Cerpen #BangunCinta @divapress01 Deadline 15 April 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-cerpen-b…
#lomba Lomba Menulis Novel dan Buku Puisi @penerbitkosong Deadline 20 April 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-novel-da…
#lomba Lomba Menulis Artikel Blog #inspirasiku - ichal.net deadline 30 April 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-artikel-…
Undangan Menulis Puisi - Komunitas Negeri Poci Deadline 31 April 2015. Info : http://infolombanulis.blogspot.com/…/undangan-menulis-puisi…
JULI 2015
#Lomba Menulis Cerpen Mitos dan Dongeng Kotemporer @unsa27 Deadline hingga akhir Juli 2015. Info: http://infolombanulis.blogspot.com/…/lomba-menulis-cerpen-p…
